Perbedaan “Mesh size Bottom Gill net” terhadap Hasil Tangkapan Ikan Layur (Trichiurus sp) di Perairan Pantai Depok Kabupaten Bantul
Indra Adi Wibisono1) , Agus Suherman 2) , Asriyanto2)
ABSTRAK
“Gill net” merupakan alat tangkap yang banyak digunakan di TPI Depok, dan ikan layur (Trichiurus sp) merupakan ikan hasil tangkapan yang dominan yang dihasilkan dengan alat tangkap tersebut (khususnya “gill net” dengan “mesh size” 2 dan 3 inchi). Potensi sumberdaya perikanan perairan Pantai Selatan Jawa sangat besar mencapai 221.862,7 ton/tahun, sedang pemanfaatannya sekitar 10,99 % yaitu sekitar 24.391,8 ton/tahun. Kondisi ini menyebabkan terbuka lebarnya peluang pengembangan pemanfaatan sumberdaya ikan di perairan. Bila dilihat dari jumlah pemanfaatannya maka sumberdaya perikanan di daerah ini masih baik Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari perbedaan ”mesh size” 2 inchi dan 3 inchi terhadap jumlah tangkapan ikan layur (Trichiurus sp), dan mengetahui cara tertangkap ikan layur dengan ”bottom gill net” dengan “mesh size” 2 inchi dan 3 inchi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey, dan untuk pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi. Penelitian dilakukan di perairan pantai Depok, Kabupaten Bantul, Yogyakarta pada bulan September sampai dengan bulan Oktober 2008. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah ikan layur (Trichiurus sp) yang tertangkap pada jaring insang dengan ukuran mata jaring 5,08 cm dan 7.6 cm. Penelitian ini dilakukan dengan mengamati ukuran morfometrik panjang (“total lenght”), berat, lingkar tubuh ikan), dan cara tertangkap ikan layur pada “gill net” . Hasil yang dominan tertangkap adalah ikan layur (Trichiurus sp) dan tertangkap dengan cara “gilled” (65,34%), “entangled” (34,65%) untuk jaring dengan “mesh size” 5,08cm. Sedang untuk jaring dengan “mesh size” 7,6 cm ikan yang tertangkap secra “gilled” 61,25 % dan yang tertangkap secara “entangled” sebesar 38,75 %. Berdasarkan dari hasil perhitungan statistik dapat disimpulkan bahwa tidak ada pengaruh yang nyata antara perbedaan “mesh size” dan morfometri ikan hasil tangkapan.
Kata-kata Kunci : ”Gill net”, ”Mesh size”, Ikan layur (Trichiurus sp), Cara tertangkap
Difference Bottom Gill Net’s Mesh Size to Amount of Haul of Parch Fish (Trichiurus sp) in Coastal Territorial Water of Depok Sub-Province Bantul.
Indra Adi Wibisono1) , Agus Suherman 2) , Asriyanto2)
ABSTRACT
Gill Net is a fishing gear which most used in TPI Depok, and Parch fish (Trichiurus sp) representing dominant fish that produced by that fishing gear (specially "bottom gill net" with "mesh size" 2 and 3 inch). The fishery resource potency of South Java coastal territorial water is very huge reach 221.862,7 ton/year, the exploitation about 10,99% that is about 24.391,8 ton/year. This condition caused open width opportunity of development exploiting of fish resource in territorial water. If seen from the exploitation amount then fishery resource in this area is still good. This objective of this research is to find out the influence of the difference “mesh size” to catch amount of Parch fish (Trichiurus sp) which land based in TPI Depok, knowing the way how Parch fish caught by "gill net" and to know the difference amount of haul of Parch fish between "gill net" with "mesh size" 2 inch and 3 inch. The method used in this research is the survey method with case study, and data collection used in this research is observation. This research held in coastal territorial water of Depok, Sub-Province Bantul, Yogyakarta, on September up to October 2008. Items which used in this research is Parch fish (Trichiurus sp) caught by gill net with mesh size 5,08 cm and 7,6 cm. This research was conducted by perceiving of morfometrik size (total length.), heavy, circumference of fish body, and way of caught of Parch fish at “gill net”. Dominant result caught is Parch fish (Trichiurus sp) and caught by “gilled” (65,34%), “entangled” (34,65%) to net with “mesh size” 5,08 cm. While net with “mesh size” 7,6 cm fish which caught by “gilled” 61,25% and caught by “entangled” 38,75% .The r value obtained from calculation result for the data of heavy equal to 0,977, while r value for the length of Parch fish equal to 0,766, and the r value to amount of the haul equal to 0,634. Based on statistical calculation result could concluded that there is no real influence between difference "mesh size" and morfometri of fish haul.
Keywords : “gill net”, “mesh size”, Parch fish (Trichiurus sp), way of caught
1. Mahasiswa PSP FPIK UNDIP (email : indra_webe@yahoo.com)
2. Staf Pengajar Jurusan Perikanan PS PSP FPIK UNDIP (email : lpgsuherman@yahoo.com)
Rabu, 11 Maret 2009
Ardianto Satrio Wibowo K2C003140
PENINGKATAN PRODUKSI MELALUI ANALISA KUALITAS PELAYANAN
MANAJEMEN OPERASI PENANGKAPAN IKAN
DI PELABUHAN PERIKANAN NUSANTARA PRIGI KABUPATEN TRENGGALEK JAWA TIMUR
Ardianto Satrio Wibowo1 Abdul Rosyid2 Herry Boesono2
Pelayanan mempunyai peranan penting dalam dunia perikanan, khususnya tersedianya pelayanan jasa pelabuhan perikanan. Pelabuhan perikanan merupakan prasarana yang mendukung para nelayan untuk melakukan kegiatan-kegiatan produksinya, mulai dari memenuhi kebutuhan perbekalan untuk membongkar hasil tangkapannya. Pelabuhan Perikanan Nusantara Prigi memiliki potensi yang sangat besar untuk menjadi pelabuhan perikanan samudera, yang mana dari segi geografis sangat strategis oleh karena mengarah langung ke Samudera Hindia, kondisi alam yang berupa teluk (Teluk Prigi) sangat ideal, serta dari segi jenis ikan tangkapan yang umumnya merupakan ikan yang mempunyai nilai ekonomis penting dan merupakan komoditas ekspor.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas pelayanan manajemen operasi penangkapan ikan dan untuk mengetahui penilaian baik atau buruk mengenai kualitas pelayanan manajemen penangkapan ikan yang didasarkan atas sejauh mana tingkat kepuasan masyarakat nelayan terhadap kinerja yang diselenggarakan oleh PPN Prigi kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, dengan menggunakan metode servqual sebagai alat analisanya.
Penelitian ini menggunakan tipe penelitian deskriptif (penjelasan) kuantitatif - kualitatif. Hal ini dikarenakan tipe penelitian ini bermaksud untuk menggambarkan gejala sosial tertentu. Adapun gejala sosial yang akan diteliti dalam penelitian ini adalah deskripsi mengenai bagaimana kinerja dari organisasi publik dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat nelayan, yang dilakukan dengan pengukuran metode servqual sesuai dengan ketentuan KEPMENPAN No 25 Tahun 2004.
Hasil penelitian menunjukkan tingkat kesesuaian antara persepsi dan harapan pada dimensi bukti langsung sebesar 79%. Tingkat kesesuaian antara persepsi dan harapan pada dimensi kehandalan sebesar 67%. Tingkat kesesuaian antara persepsi dan harapan pada dimensi daya tanggap sebesar 87%. Tingkat kesesuaian antara persepsi dan harapan pada dimensi jaminan sebesar 81%. Sedangkan, tingkat kesesuaian antara persepsi dan harapan pada dimensi empati sebesar 87%.
Sedangkan dalam analisis diagram kartesius, dimensi kehandalan berada pada kuadran pertama yang berarti kinerja dari dimensi tersebut dianggap tidak memuaskan oleh masyarakat nelayan. Pada kuadran kedua terdapat dimensi jaminan, dan dimensi empati yang dianggap oleh masyarakat nelayan kinerjanya sudah memuaskan. Pada kuadran ketiga terdapat dimensi bukti langsung yang berarti kinerja dimensi tersebut dianggap biasa-bisa saja. Sedangkan pada kuadran keempat terdapat dimensi daya tangggap yang berarti kinerja dimensi terebut dipersepsikan berlebihan.
Kata Kunci : PPN Prigi, Kualitas pelayanan, Metode servqual
ABSTRACT
Service have the important purpose in fishery world, especially were available servicing of Fishing Port. Fishing Port is the place or means which are support fisherman to do the production activities start from fulfill supplies requirements to force caught result Fishing Port of Prigi Archipelago has a very large potencies to be oceanic of fishing port, where geographical side is very strategic is because of that direct to Hindian Ocean, the condition of nature which provide very ideal of gulf (Prigi Gulf), and from fisheries side generally is a fish which have important economic value and the export commodity
The purpose of this research are to know the quality of management service of fisheries and to know good or bad evaluation about the quality of management service of fisheries which were based as far as where satisfying of fisherman of working which were held by PPN Prigi Trenggalek regency East Java, with using serqual method as this analysis.
The research used descriptive research type (explanation) quantitative-qualitative. This matter caused by, this research intend o describe certain social indication. Well, social indication which were researched in this research are description about how to do the work from public organization on giving services to fisherman, which were conducted with measuring serqual method in accordance with KEPMEN No. 25 2004.
The result of research showed step of conformity between perception and expectation to tangibles result in 79%. The relationship of perception and expectation to reliability results in 67%, the relationship of perception and expectation to responsiveness results in 87%. The relationship of perception and expectation to assurance results in 81%. And the relationship of perception and expectation to empathy results in 81%.
According to analysis of Cartesian diagram, reliability in the first quadrant, that is performance from the dimension, is not satisfactorily fulfilling the fisherman needs. The second quadrant shows a satisfactory assurance, and emphaty. The third quadrant relates to moderate tangibles. The fourth quadrant shows over-perception on responsiveness.
Keyword:PPN Prigi, Service Quality, Serqual Method
1 Mahasiswa PS PSP FPIK Undip (email : rio_vespa78@yahoo.com)
2 Staf pengajar FPIK Undip
MANAJEMEN OPERASI PENANGKAPAN IKAN
DI PELABUHAN PERIKANAN NUSANTARA PRIGI KABUPATEN TRENGGALEK JAWA TIMUR
Ardianto Satrio Wibowo1 Abdul Rosyid2 Herry Boesono2
Pelayanan mempunyai peranan penting dalam dunia perikanan, khususnya tersedianya pelayanan jasa pelabuhan perikanan. Pelabuhan perikanan merupakan prasarana yang mendukung para nelayan untuk melakukan kegiatan-kegiatan produksinya, mulai dari memenuhi kebutuhan perbekalan untuk membongkar hasil tangkapannya. Pelabuhan Perikanan Nusantara Prigi memiliki potensi yang sangat besar untuk menjadi pelabuhan perikanan samudera, yang mana dari segi geografis sangat strategis oleh karena mengarah langung ke Samudera Hindia, kondisi alam yang berupa teluk (Teluk Prigi) sangat ideal, serta dari segi jenis ikan tangkapan yang umumnya merupakan ikan yang mempunyai nilai ekonomis penting dan merupakan komoditas ekspor.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas pelayanan manajemen operasi penangkapan ikan dan untuk mengetahui penilaian baik atau buruk mengenai kualitas pelayanan manajemen penangkapan ikan yang didasarkan atas sejauh mana tingkat kepuasan masyarakat nelayan terhadap kinerja yang diselenggarakan oleh PPN Prigi kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, dengan menggunakan metode servqual sebagai alat analisanya.
Penelitian ini menggunakan tipe penelitian deskriptif (penjelasan) kuantitatif - kualitatif. Hal ini dikarenakan tipe penelitian ini bermaksud untuk menggambarkan gejala sosial tertentu. Adapun gejala sosial yang akan diteliti dalam penelitian ini adalah deskripsi mengenai bagaimana kinerja dari organisasi publik dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat nelayan, yang dilakukan dengan pengukuran metode servqual sesuai dengan ketentuan KEPMENPAN No 25 Tahun 2004.
Hasil penelitian menunjukkan tingkat kesesuaian antara persepsi dan harapan pada dimensi bukti langsung sebesar 79%. Tingkat kesesuaian antara persepsi dan harapan pada dimensi kehandalan sebesar 67%. Tingkat kesesuaian antara persepsi dan harapan pada dimensi daya tanggap sebesar 87%. Tingkat kesesuaian antara persepsi dan harapan pada dimensi jaminan sebesar 81%. Sedangkan, tingkat kesesuaian antara persepsi dan harapan pada dimensi empati sebesar 87%.
Sedangkan dalam analisis diagram kartesius, dimensi kehandalan berada pada kuadran pertama yang berarti kinerja dari dimensi tersebut dianggap tidak memuaskan oleh masyarakat nelayan. Pada kuadran kedua terdapat dimensi jaminan, dan dimensi empati yang dianggap oleh masyarakat nelayan kinerjanya sudah memuaskan. Pada kuadran ketiga terdapat dimensi bukti langsung yang berarti kinerja dimensi tersebut dianggap biasa-bisa saja. Sedangkan pada kuadran keempat terdapat dimensi daya tangggap yang berarti kinerja dimensi terebut dipersepsikan berlebihan.
Kata Kunci : PPN Prigi, Kualitas pelayanan, Metode servqual
ABSTRACT
Service have the important purpose in fishery world, especially were available servicing of Fishing Port. Fishing Port is the place or means which are support fisherman to do the production activities start from fulfill supplies requirements to force caught result Fishing Port of Prigi Archipelago has a very large potencies to be oceanic of fishing port, where geographical side is very strategic is because of that direct to Hindian Ocean, the condition of nature which provide very ideal of gulf (Prigi Gulf), and from fisheries side generally is a fish which have important economic value and the export commodity
The purpose of this research are to know the quality of management service of fisheries and to know good or bad evaluation about the quality of management service of fisheries which were based as far as where satisfying of fisherman of working which were held by PPN Prigi Trenggalek regency East Java, with using serqual method as this analysis.
The research used descriptive research type (explanation) quantitative-qualitative. This matter caused by, this research intend o describe certain social indication. Well, social indication which were researched in this research are description about how to do the work from public organization on giving services to fisherman, which were conducted with measuring serqual method in accordance with KEPMEN No. 25 2004.
The result of research showed step of conformity between perception and expectation to tangibles result in 79%. The relationship of perception and expectation to reliability results in 67%, the relationship of perception and expectation to responsiveness results in 87%. The relationship of perception and expectation to assurance results in 81%. And the relationship of perception and expectation to empathy results in 81%.
According to analysis of Cartesian diagram, reliability in the first quadrant, that is performance from the dimension, is not satisfactorily fulfilling the fisherman needs. The second quadrant shows a satisfactory assurance, and emphaty. The third quadrant relates to moderate tangibles. The fourth quadrant shows over-perception on responsiveness.
Keyword:PPN Prigi, Service Quality, Serqual Method
1 Mahasiswa PS PSP FPIK Undip (email : rio_vespa78@yahoo.com)
2 Staf pengajar FPIK Undip
MUBARAK K2C002201
ANALISIS KEBIJAKAN PENGEMBANGAN PERIKANAN TANGKAP DI KABUPATEN BIMA PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT
ABSTRAK
Mubarak1, Herry Boesono2, Agus Suherman2
Bima salah satu daerah di Provinsi Nusa Tenggara Barat, mempunyai potensi perikanan khususnya perikanan tangkap yang besar. Pengembangan perikanan di Bima dapak memberikan dampak positif dan negatif bagi semua pihak yang terkait di bidang ini. Setiap dampak akan dikaji pada semua aspek sehingga akan mengahasilkan produk perikanan segar ataupun olahan meningkat di pasar dalam negeri maupun luar negeri, maka perlu diketahui jenis komoditas yang diinginkan pasar. Komoditas unggulan yang diharapkan dapat memberikan pemasukan yang besar dibandingkan komoditas yang lain. Penelitain ini bertujuan menganalisis kebijakan pengembangan perikanan tangkap, alternatif, dan prospeknya di Bima ditinjau dari aspek sumberdaya ikan, nelayan, dan sosial ekonomi. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Deskriptif yang bersifat survey. Data penelitian ini diperoleh dari data primer dan sekunder. Analisis deskriptif dilakukan atas data sekunder yang telah ditabulasikan. Hasil penelitian menginformasikan bahwa pembangunan sektor perikanan identik dengan pembangunan ekonomi di Kabupaten Bima. Teknologi produksi pada sektor perikanan akan mampu mewujudkan pemerataan pembangunan dan peningkatan kesempatan kerja. Hasil analisis menunjukkan bahwa alternatif kebijakan yang memiliki nilai manfaat terbesar adalah pengembangan dan pengadaan sarana dan prasarana perikanan.
Kata Kunci : kebijakan, perikanan tangkap
1Mubarak
2Staf Pengajaran FPIK – Undip
ANALYSIS OF FIHSING DEVELOPMENT POLICY IN BIMA
SEST NUSA TENGGARA
ABSTRACT
Mubarak1, Herry Boesono2, Agus Suherman2
Bima, a territory in West Nusa Tenggara, have a high poteney in fisheries. The development of fisheries will give positive and negative impact to people who engaged to this field. Every impact will be investigate to all aspect. So that, it will make profitable policy for everyone who is concerned. The demand of product of fishery, fresh or frickle in domestic or international market are increasing, so we have to know the kind of commodities that intererted by them. Superior commodities hopefully could givea significantbenefit rather than the other commodities. The aim of this research are to analyze the policy, alternative and prospects of fishing development in Bima observed from fisheries resourches, fishermans and social economic aspects. The method of this research is survey deskriptive method. Data of this research were achieved from primary and secondary data. Descriptive analysis was procced from the secondary data which have tabulated. The result of this research inforn that the development of fisheries sector and the economic development in Bima are identical. Production technology of fisheries sector will be able to realize the even distribution of development and the increase of employment. The result of analysis has shown that the alternative policy that have the biggest profit is development and procurement infrastructure.
Keyword : policy, fihsing
1Mahasiswa PS PSP
2Staf Pengajaran PSP - Undip
ABSTRAK
Mubarak1, Herry Boesono2, Agus Suherman2
Bima salah satu daerah di Provinsi Nusa Tenggara Barat, mempunyai potensi perikanan khususnya perikanan tangkap yang besar. Pengembangan perikanan di Bima dapak memberikan dampak positif dan negatif bagi semua pihak yang terkait di bidang ini. Setiap dampak akan dikaji pada semua aspek sehingga akan mengahasilkan produk perikanan segar ataupun olahan meningkat di pasar dalam negeri maupun luar negeri, maka perlu diketahui jenis komoditas yang diinginkan pasar. Komoditas unggulan yang diharapkan dapat memberikan pemasukan yang besar dibandingkan komoditas yang lain. Penelitain ini bertujuan menganalisis kebijakan pengembangan perikanan tangkap, alternatif, dan prospeknya di Bima ditinjau dari aspek sumberdaya ikan, nelayan, dan sosial ekonomi. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Deskriptif yang bersifat survey. Data penelitian ini diperoleh dari data primer dan sekunder. Analisis deskriptif dilakukan atas data sekunder yang telah ditabulasikan. Hasil penelitian menginformasikan bahwa pembangunan sektor perikanan identik dengan pembangunan ekonomi di Kabupaten Bima. Teknologi produksi pada sektor perikanan akan mampu mewujudkan pemerataan pembangunan dan peningkatan kesempatan kerja. Hasil analisis menunjukkan bahwa alternatif kebijakan yang memiliki nilai manfaat terbesar adalah pengembangan dan pengadaan sarana dan prasarana perikanan.
Kata Kunci : kebijakan, perikanan tangkap
1Mubarak
2Staf Pengajaran FPIK – Undip
ANALYSIS OF FIHSING DEVELOPMENT POLICY IN BIMA
SEST NUSA TENGGARA
ABSTRACT
Mubarak1, Herry Boesono2, Agus Suherman2
Bima, a territory in West Nusa Tenggara, have a high poteney in fisheries. The development of fisheries will give positive and negative impact to people who engaged to this field. Every impact will be investigate to all aspect. So that, it will make profitable policy for everyone who is concerned. The demand of product of fishery, fresh or frickle in domestic or international market are increasing, so we have to know the kind of commodities that intererted by them. Superior commodities hopefully could givea significantbenefit rather than the other commodities. The aim of this research are to analyze the policy, alternative and prospects of fishing development in Bima observed from fisheries resourches, fishermans and social economic aspects. The method of this research is survey deskriptive method. Data of this research were achieved from primary and secondary data. Descriptive analysis was procced from the secondary data which have tabulated. The result of this research inforn that the development of fisheries sector and the economic development in Bima are identical. Production technology of fisheries sector will be able to realize the even distribution of development and the increase of employment. The result of analysis has shown that the alternative policy that have the biggest profit is development and procurement infrastructure.
Keyword : policy, fihsing
1Mahasiswa PS PSP
2Staf Pengajaran PSP - Undip
ADI NUGROHO DWI S (K2C002157)
ANALISA USAHA PENANGKAPAN JARING KEREP DAN JARING ARANG (GILL NET) DI PERAIRAN RAWA PENING KABUPATEN SEMARANG
Adi Nugroho Dwi S.¹, Ismail² dan Abdul Rosyid²
ABSTRAK
Rawa pening adalah salah satu wilayah perairan umum yang cukup luas terletak di Kabupaten Semarang, dengan potensi sumberdaya perikanan yang besar. Salah satu usaha penangkapan ikan di Rawa Pening adalah usaha penangkapan dengan jaring insang (gill net). Alat tangkap jaring insang (gill net) yang beroperasi di perairan Rawa Pening terdiri dari dua macam jaring insang (gill net) yaitu jaring kerep dan jaring arang. Perbedaan pada alat tangkap ini terletak pada ukuran mesh size. Dengan modal dan ukuran mesh size alat tangkap yang berbeda apakah akan berpengaruh terhadap hasil tangkapan dan tingkat pendapatan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui perbedaan besarnya modal, biaya, pendapatan, keuntungan dan mengetahui tingkat kelayakan dengan menghitung nilai NPV, IRR, dan B/C Ratio dari usaha penangkapan jaring kerep dan jaring arang. Penelitian ini dilaksanakan di Rawa Pening Desa Bejalen Kecamatan Ambarawa pada bulan September sampai November 2007. Materi yang digunakan dalam penelitian adalah 20 sampel dari 200 unit usaha penangkapan jaring kerep dan jaring arang (gill net) di Rawa Pening Kabupaten Semarang. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode survey yang bersifat diskriptif, metode pengambilan data dengan melalui wawancara dan observasi. Analisa data yang digunakan adalah aspek teknis dan aspek ekonomi yang dianalisa secara diskriptif dengan melihat besarnya modal, biaya, pendapatan dan keuntungan. Serta aspek kelayakan dengan menghitung NPV, IRR, B/C Ratio dan PP. Pengujian hipotesa dengan menggunakan uji T-test. Dari hasil penelitian didapatkan aspek ekonomi pada usaha jaring kerep membutuhkan modal Rp 1.937.000, biaya Rp 2.749.625, pendapatan Rp 7.335.507 dan keuntungan Rp. 2.689.282. Sedangkan untuk usaha penangkapan jaring arang membutuhkan modal Rp 1.836.950, biaya Rp 2.269.050, pendapatan Rp 7.028.646, dan keuntungan Rp 2.734.596,-. Berdasarkan analisa kelayakan usaha penangkapan jaring kerep didapatkan nilai rata-rata NPV Rp 2.514.885,33, IRR34.95 %, B/C Ratio 1,14d an PP 2,76 tahun. Sedangkan untuk usaha penangkapan jaring arang didapatkan nilai rata-rata NPV Rp 3.199.765,90, IRR 44.72 %, B/C Ratio 1,20 dan PP 2,34 tahun. Dari analisa tersebut dapat disimpulkan bahwa usaha penangkapan jaring arang memiliki tingkat keuntungan dan kelayakan usaha yang lebih tinggi dibandingkan dengan jaring kerep.
Kata kunci : pendapatan, jaring kerep, jaring arang, NPV, IRR, B/C Ratio dan PP
¹Mahasiswa
²Staf Pengajar PSP FPIK Undip
ANALYZING CATCH EFFORT OF JARING KEREP AND JARING ARANG (GILL NET) AT RAWA PENING IN SEMARANG RESIDENCE (ISMAIL AND ABDUL ROSYID)
Adi Nugroho Dwi S.¹, Ismail² dan Abdul Rosyid²
ABSTRACT
Rawa Pening is one of the public water teritory that wide enough in Semarang Residance. One of the fissing effort in Rawa Pening is gill net. There are two kinds of gill net that operated in Rawa Pening, there are jaring kerep and jaring arang with difference in mesh size. With capital and difference mesh size of fishing gears, is there to influence in yield and income. Purpose of this research are knowing differentiation number of capital, cost, income, benefit and knowing properly grade by counting value of NPV, IRR and B/C Ratio from catch effort of jaring kerep and jaring arang. Research was held in Rawa Pening, Bejalen Village, Ambarawa District, on September until November 2007. Jaring kerep and jaring arang was used as material of research, data was collected by interview and observation. Technic aspect and economic aspect a realized descriptively by looking capital, cost, income and benefit. Properly aspect analized by counting of NPV, IRR, B/C Ratio and PP. T-Test was used to hipotized datas. The result of research is obtained economics aspect in jaring kerep effort needs capital Rp. 1.937.000, cost Rp. 2.749.625, income Rp. 7.335.507 and profit Rp. 2.689.282. Whereas for catching jaring arang effort needs capital Rp. 1.836.950, cost Rp. 2.269.050, income Rp. 7.028.646, and profit Rp. 2.734.596. Based on worthiness analysis from catching effort of jaring kerep, the NPV average Rp. 2.514.886,33, IRR 34,95 %, B/C Ratio 1,14 and PP 2,76 year. And for jaring arang catch effort got NPV average Rp. 3.199.765,90, IRR 44,72 %, B/C Ratio 1,20 and PP 2,34 year. Conclution of the analize is jaring arang benefit to posess benefit income and effort properly is higher than jaring kerep.
Key words : jaring kerep, jaring arang, income, NPV, IRR, B/C ratio and PP
Adi Nugroho Dwi S.¹, Ismail² dan Abdul Rosyid²
ABSTRAK
Rawa pening adalah salah satu wilayah perairan umum yang cukup luas terletak di Kabupaten Semarang, dengan potensi sumberdaya perikanan yang besar. Salah satu usaha penangkapan ikan di Rawa Pening adalah usaha penangkapan dengan jaring insang (gill net). Alat tangkap jaring insang (gill net) yang beroperasi di perairan Rawa Pening terdiri dari dua macam jaring insang (gill net) yaitu jaring kerep dan jaring arang. Perbedaan pada alat tangkap ini terletak pada ukuran mesh size. Dengan modal dan ukuran mesh size alat tangkap yang berbeda apakah akan berpengaruh terhadap hasil tangkapan dan tingkat pendapatan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui perbedaan besarnya modal, biaya, pendapatan, keuntungan dan mengetahui tingkat kelayakan dengan menghitung nilai NPV, IRR, dan B/C Ratio dari usaha penangkapan jaring kerep dan jaring arang. Penelitian ini dilaksanakan di Rawa Pening Desa Bejalen Kecamatan Ambarawa pada bulan September sampai November 2007. Materi yang digunakan dalam penelitian adalah 20 sampel dari 200 unit usaha penangkapan jaring kerep dan jaring arang (gill net) di Rawa Pening Kabupaten Semarang. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode survey yang bersifat diskriptif, metode pengambilan data dengan melalui wawancara dan observasi. Analisa data yang digunakan adalah aspek teknis dan aspek ekonomi yang dianalisa secara diskriptif dengan melihat besarnya modal, biaya, pendapatan dan keuntungan. Serta aspek kelayakan dengan menghitung NPV, IRR, B/C Ratio dan PP. Pengujian hipotesa dengan menggunakan uji T-test. Dari hasil penelitian didapatkan aspek ekonomi pada usaha jaring kerep membutuhkan modal Rp 1.937.000, biaya Rp 2.749.625, pendapatan Rp 7.335.507 dan keuntungan Rp. 2.689.282. Sedangkan untuk usaha penangkapan jaring arang membutuhkan modal Rp 1.836.950, biaya Rp 2.269.050, pendapatan Rp 7.028.646, dan keuntungan Rp 2.734.596,-. Berdasarkan analisa kelayakan usaha penangkapan jaring kerep didapatkan nilai rata-rata NPV Rp 2.514.885,33, IRR34.95 %, B/C Ratio 1,14d an PP 2,76 tahun. Sedangkan untuk usaha penangkapan jaring arang didapatkan nilai rata-rata NPV Rp 3.199.765,90, IRR 44.72 %, B/C Ratio 1,20 dan PP 2,34 tahun. Dari analisa tersebut dapat disimpulkan bahwa usaha penangkapan jaring arang memiliki tingkat keuntungan dan kelayakan usaha yang lebih tinggi dibandingkan dengan jaring kerep.
Kata kunci : pendapatan, jaring kerep, jaring arang, NPV, IRR, B/C Ratio dan PP
¹Mahasiswa
²Staf Pengajar PSP FPIK Undip
ANALYZING CATCH EFFORT OF JARING KEREP AND JARING ARANG (GILL NET) AT RAWA PENING IN SEMARANG RESIDENCE (ISMAIL AND ABDUL ROSYID)
Adi Nugroho Dwi S.¹, Ismail² dan Abdul Rosyid²
ABSTRACT
Rawa Pening is one of the public water teritory that wide enough in Semarang Residance. One of the fissing effort in Rawa Pening is gill net. There are two kinds of gill net that operated in Rawa Pening, there are jaring kerep and jaring arang with difference in mesh size. With capital and difference mesh size of fishing gears, is there to influence in yield and income. Purpose of this research are knowing differentiation number of capital, cost, income, benefit and knowing properly grade by counting value of NPV, IRR and B/C Ratio from catch effort of jaring kerep and jaring arang. Research was held in Rawa Pening, Bejalen Village, Ambarawa District, on September until November 2007. Jaring kerep and jaring arang was used as material of research, data was collected by interview and observation. Technic aspect and economic aspect a realized descriptively by looking capital, cost, income and benefit. Properly aspect analized by counting of NPV, IRR, B/C Ratio and PP. T-Test was used to hipotized datas. The result of research is obtained economics aspect in jaring kerep effort needs capital Rp. 1.937.000, cost Rp. 2.749.625, income Rp. 7.335.507 and profit Rp. 2.689.282. Whereas for catching jaring arang effort needs capital Rp. 1.836.950, cost Rp. 2.269.050, income Rp. 7.028.646, and profit Rp. 2.734.596. Based on worthiness analysis from catching effort of jaring kerep, the NPV average Rp. 2.514.886,33, IRR 34,95 %, B/C Ratio 1,14 and PP 2,76 year. And for jaring arang catch effort got NPV average Rp. 3.199.765,90, IRR 44,72 %, B/C Ratio 1,20 and PP 2,34 year. Conclution of the analize is jaring arang benefit to posess benefit income and effort properly is higher than jaring kerep.
Key words : jaring kerep, jaring arang, income, NPV, IRR, B/C ratio and PP
Kamis, 18 Desember 2008
ANGGRAENI APRIYANTI K2C004138
ANALISIS USAHA NELAYAN DENGAN MULTIGEAR JARING CUMI DAN PANCING DI PPI BAJOMULYO JUWANA, PATI
Anggraeni Apriyanti1, Ismail2 dan Sardiyatmo2
anggraeniapriyanti24@gmail.com
ABSTRAK
Produksi perikanan pada sektor penangkapan ikan di Indonesia sebagian besar berasal dari usaha penangkapan berskala kecil atau tradisional dengan menggunakan perahu kecil sehingga jangkauan daerah penangkapannya terbatas dan hasil tangkapannya relatif sedikit. Kabupaten Pati merupakan sebuah Kabupaten yang terletak di Provinsi Jawa Tengah, dimana wilayahnya berbatasan dengan laut dan mengandalkan hasil perikanan. Jaring cumi termasuk salah satu alat tangkap yang terdapat di Kecamatan Juwana, dengan potensi penangkapan ekonomis penting. Alat tangkap ini diklasifikasikan kedalam alat tangkap cast net (jala) yang dioperasikan dengan cara dinaikkan atau di tarik ke atas untuk menangkap ikan. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung tingkat kelayakan usaha penangkapan jaring cumi di PPI Bajomulyo, mengetahui tingkat pendapatan nelayan jaring cumi di PPI Bajomulyo dan mengetahui sistem bagi hasil yang diterapkan pada unit usaha penangkapan dengan alat tangkap jaring cumi di PPI Bajomulyo. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan sifat studi kasus, yaitu studi dengan memusatkan perhatian pada suatu kasus secara intensif dan mendetail. Studi ini untuk menganalisis tingkat kelayakan usaha dan pendapatan nelayan jaring cumi. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi ke lapangan. Materi yang menjadi objek dalam penelitian ini adalah unit usaha penangkapan multigear dengan jaring cumi dan pancing yang meliputi unit usaha yang berada di wilayah PPI Bajomulyo Juwana, Pati dan unit usaha tersebut masih aktif melakukan usaha penangkapannya. Penelitian ini mengamati analisa kelayakan usaha penangkapan jaring cumi di PPI Bajomulyo, pendapatan yang diperoleh nelayan pada usaha penangkapan jaring cumi per tahun dan sistem bagi hasil yang diterapkan pada usaha penangkapan jaring cumi di PPI Bajomulyo. Analisa kelayakan usaha menunjukkan bahwa usaha penangkapan jaring cumi di PPI Bajomulyo masih layak diusahakan dengan nilai NPV rata-rata sebesar Rp. 336.085.593,2, nilai B/C R rata-rata sebesar 1,236, sedangkan IRR rata-rata sebesar 47,98 % dan nilai PP rata-rata adalah selama 2 tahun 6 bulan, pendapatan yang diperoleh nelayan pada usaha penangkapan jaring cumi per tahun berkisar antara Rp. 312.000.000 – Rp. 448.000.000 dengan rata-rata sebesar Rp. 351.200.000 dan sistem bagi hasil yang diterapkan pada usaha penangkapan jaring cumi di PPI Bajomulyo adalah 50% untuk pemilik kapal dan 50% untuk seluruh anak buah kapal (ABK) termasuk nahkoda.
Kata-kata Kunci: Jaring Cumi, Analisis kelayakan usaha, PPI Bajomulyo Juwana Pati
1Mahasiswa PSP FPIK Undip
2Staf Pengajar PSP FPIK Undip
EFFORT ANALYSIS OF FISHERMAN WITH MULTIGEAR JARING CUMI AND FISHING ROD IN PPI BAJOMULYO JUWANA, PATI
Anggraeni Apriyanti1, Ismail 2 and Sardiyatmo 2
Anggraeniapriyanti24@gmail.com
ABSTRACT
Fishery product at fish catching sector in Indonesia mostly coming from small catching scale or traditional effort by using small boat so the reach catch area is limited and have a few hauling product. Pati is a Sub-Province which located in Central Java, the region limited on sea and rely on fishery product. Jaring cumi is include of the appliance catch in Juwana District, with the important potency economic catch. This appliance catch classified into cast net appliance operated by pulling up to catch the fish. This research aim to calculate elegibility storey level of Jaring cumi catch effort in PPI Bajomulyo, to know the earnings storey level of Jaring cumi fisherman in PPI Bajomulyo and to know the applied sharing holder system that use in catching business unit with Jaring cumi appliance catch in PPI Bajomulyo. The research method that used is descriptive method with case study, that is study by giving all mind to one particular case intensively and detail. This study to analyse elegibility storey level effort and the earnings of Jaring cumi fisherman. The collecting data conducted by observation to field. The items becoming object in this research is catch business unit of multigear with Jaring cumi and fishing rod that covering the business unit reside in region of PPI Bajomulyo Juwana, Pati and the business unit which do the catch effort still active. This research perceive analysis elegibility of Jaring cumi catch effort in PPI Bajomulyo, the earnings of Jaring cumi fisherman catch effort per years and the sharing holder system applied in PPI Bajomulyo. The effort analysis of elegibility indicate that the catch effort of Jaring cumi in PPI Bajomulyo still competent laboured with NPV mean value equal to Rp. 336.085.593,2, of B / CR mean value equal to 1,236, while IRR mean value equal to 47,98 % and PP mean value is during 2 year and 6 months, the earnings of Jaring cumi fisherman catch effort per year range from Rp. 312.000.000 - Rp. 448.000.000 with mean equal to Rp. 351.200.000 and the sharing holder system applied at Jaring cumi catch effort in PPI Bajomulyo is 50% for the ship owner and 50% to all crew including the skipper.
Key Words: Jaring cumi, Effort analysis of elegibility, PPI Bajomulyo Juwana Pati
1 Student of PSP FPIK Undip
2 Staff Instructor Of PSP FPIK Undip
Anggraeni Apriyanti1, Ismail2 dan Sardiyatmo2
anggraeniapriyanti24@gmail.com
ABSTRAK
Produksi perikanan pada sektor penangkapan ikan di Indonesia sebagian besar berasal dari usaha penangkapan berskala kecil atau tradisional dengan menggunakan perahu kecil sehingga jangkauan daerah penangkapannya terbatas dan hasil tangkapannya relatif sedikit. Kabupaten Pati merupakan sebuah Kabupaten yang terletak di Provinsi Jawa Tengah, dimana wilayahnya berbatasan dengan laut dan mengandalkan hasil perikanan. Jaring cumi termasuk salah satu alat tangkap yang terdapat di Kecamatan Juwana, dengan potensi penangkapan ekonomis penting. Alat tangkap ini diklasifikasikan kedalam alat tangkap cast net (jala) yang dioperasikan dengan cara dinaikkan atau di tarik ke atas untuk menangkap ikan. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung tingkat kelayakan usaha penangkapan jaring cumi di PPI Bajomulyo, mengetahui tingkat pendapatan nelayan jaring cumi di PPI Bajomulyo dan mengetahui sistem bagi hasil yang diterapkan pada unit usaha penangkapan dengan alat tangkap jaring cumi di PPI Bajomulyo. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan sifat studi kasus, yaitu studi dengan memusatkan perhatian pada suatu kasus secara intensif dan mendetail. Studi ini untuk menganalisis tingkat kelayakan usaha dan pendapatan nelayan jaring cumi. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi ke lapangan. Materi yang menjadi objek dalam penelitian ini adalah unit usaha penangkapan multigear dengan jaring cumi dan pancing yang meliputi unit usaha yang berada di wilayah PPI Bajomulyo Juwana, Pati dan unit usaha tersebut masih aktif melakukan usaha penangkapannya. Penelitian ini mengamati analisa kelayakan usaha penangkapan jaring cumi di PPI Bajomulyo, pendapatan yang diperoleh nelayan pada usaha penangkapan jaring cumi per tahun dan sistem bagi hasil yang diterapkan pada usaha penangkapan jaring cumi di PPI Bajomulyo. Analisa kelayakan usaha menunjukkan bahwa usaha penangkapan jaring cumi di PPI Bajomulyo masih layak diusahakan dengan nilai NPV rata-rata sebesar Rp. 336.085.593,2, nilai B/C R rata-rata sebesar 1,236, sedangkan IRR rata-rata sebesar 47,98 % dan nilai PP rata-rata adalah selama 2 tahun 6 bulan, pendapatan yang diperoleh nelayan pada usaha penangkapan jaring cumi per tahun berkisar antara Rp. 312.000.000 – Rp. 448.000.000 dengan rata-rata sebesar Rp. 351.200.000 dan sistem bagi hasil yang diterapkan pada usaha penangkapan jaring cumi di PPI Bajomulyo adalah 50% untuk pemilik kapal dan 50% untuk seluruh anak buah kapal (ABK) termasuk nahkoda.
Kata-kata Kunci: Jaring Cumi, Analisis kelayakan usaha, PPI Bajomulyo Juwana Pati
1Mahasiswa PSP FPIK Undip
2Staf Pengajar PSP FPIK Undip
EFFORT ANALYSIS OF FISHERMAN WITH MULTIGEAR JARING CUMI AND FISHING ROD IN PPI BAJOMULYO JUWANA, PATI
Anggraeni Apriyanti1, Ismail 2 and Sardiyatmo 2
Anggraeniapriyanti24@gmail.com
ABSTRACT
Fishery product at fish catching sector in Indonesia mostly coming from small catching scale or traditional effort by using small boat so the reach catch area is limited and have a few hauling product. Pati is a Sub-Province which located in Central Java, the region limited on sea and rely on fishery product. Jaring cumi is include of the appliance catch in Juwana District, with the important potency economic catch. This appliance catch classified into cast net appliance operated by pulling up to catch the fish. This research aim to calculate elegibility storey level of Jaring cumi catch effort in PPI Bajomulyo, to know the earnings storey level of Jaring cumi fisherman in PPI Bajomulyo and to know the applied sharing holder system that use in catching business unit with Jaring cumi appliance catch in PPI Bajomulyo. The research method that used is descriptive method with case study, that is study by giving all mind to one particular case intensively and detail. This study to analyse elegibility storey level effort and the earnings of Jaring cumi fisherman. The collecting data conducted by observation to field. The items becoming object in this research is catch business unit of multigear with Jaring cumi and fishing rod that covering the business unit reside in region of PPI Bajomulyo Juwana, Pati and the business unit which do the catch effort still active. This research perceive analysis elegibility of Jaring cumi catch effort in PPI Bajomulyo, the earnings of Jaring cumi fisherman catch effort per years and the sharing holder system applied in PPI Bajomulyo. The effort analysis of elegibility indicate that the catch effort of Jaring cumi in PPI Bajomulyo still competent laboured with NPV mean value equal to Rp. 336.085.593,2, of B / CR mean value equal to 1,236, while IRR mean value equal to 47,98 % and PP mean value is during 2 year and 6 months, the earnings of Jaring cumi fisherman catch effort per year range from Rp. 312.000.000 - Rp. 448.000.000 with mean equal to Rp. 351.200.000 and the sharing holder system applied at Jaring cumi catch effort in PPI Bajomulyo is 50% for the ship owner and 50% to all crew including the skipper.
Key Words: Jaring cumi, Effort analysis of elegibility, PPI Bajomulyo Juwana Pati
1 Student of PSP FPIK Undip
2 Staff Instructor Of PSP FPIK Undip
Jumat, 12 Desember 2008
Farah Elalfa Fauziah K2C004160
ANALISA USAHA PERIKANAN BUBU BAMBU DAN BUBU KAWAT
DI KEPULAUAN KARIMUNJAWA KABUPATEN JEPARA.
Farah Elalfa Fauziah1) Imam Triarso2) Pramonowibowo2)
ABSTRAK
Kepulauan Karimunjawa sebagian besar berupa gugusan pulau kecil yang dikelilingi lebih dari 63% terumbu karang sehingga mempunyai kekayaan biota laut, maka diperlukan suatu alat tangkap yang efisien, menguntungkan dari segi ekonomi, serta aman terhadap kondisi alamnya. Dari berbagai jenis alat tangkap yang dipergunakan oleh masyarakat nelayan di Kepulauan Karimunjawa, ada sebagian yang menggunakan alat tangkap bubu kawat dan bubu bambu. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian tentang tingkat kelayakan usaha dari kedua alat tangkap tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perbedaan penggunaan alat tangkap bubu bambu dan bubu kawat terhadap aspek teknis, aspek ekonomi dan tingkat kelayakan usaha.
Materi yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah unit usaha penangkapan bubu bambu dan bubu kawat. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif yang bersifat studi kasus dengan metode accidental random sampling, sedangkan pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode survey, observasi. Metode analisa yang digunakan pada aspek teknis yaitu analisa secara deskriptif dan aspek ekonomi dianalisa dengan melihat besarnya modal, biaya, pendapatan dan keuntungan. Serta aspek kelayakan usaha dengan menghitung Marginal Effeciency of Capital (MEC), Total Profit dan Payback Periode (PP). Penguji hipotesa dengan menggunakan independent sample T-Test.
Hasil penelitian didapatkan kesamaan pada aspek teknis dari bubu bambu dan bubu kawat yaitu cara operasi, daerah penangkapan maupun hasil tangkapannya. Hanya material pembuatannya yang membedakan antara keduanya. Berdasarkan dari aspek ekonomi dilihat dari modal, biaya dan pendapatan maka usaha bubu bambu lebih besar daripada bubu kawat. Namun demikian, dilihat dari keuntungan usaha bubu kawat lebih besar daripada bubu bambu. Berdasarkan analisa kelayakan dilihat dari nilai MEC, Total Profit dan Payback Periode maka usaha bubu bambu dan bubu kawat layak dijalankan dengan prioritas utama bubu kawat. Berdasarkan uji statistika disimpulkan terdapat perbedaan yang nyata tentang tingkat Payback Periode pada usaha bubu bambu dan bubu kawat. Sedangkan, nilai MEC dan Total Profit pada unit usaha bubu bambu dan usaha bubu kawat tidak ada perbedaan yang nyata.
Kata Kunci : Bubu Bambu, Bubu Kawat, marginal effeciency of capital (MEC), Total Profit dan Payback Periode (PP)
THE ANALYSIS OF BUBU BAMBU AND BUBU KAWAT FISHERY EXERTION
IN KARIMUNJAWA ISLANDS OF JEPARA REGENCY
Farah Elalfa Fauziah1) Imam Triarso2) Pramonowibowo2)
ABSTRACT
Most of Karimunjawa islands are groups of small islands which surrounded by more than 63% coral reef, which therefore it is rich of sea biota. By this reason, it needs an efficient catcher device which is economically profitable and saves to its natural condition. From the various types of a catcher device which is used by the fisherman society in Karimunjawa islands, there are some of the fishermen who use bubu kawat and bubu bambu catcher device. Therefore, a research about the proper exertion of the two devices is needed to conduct. The aim of this research is to know the influence of the different usage of the bubu kawat and bubu bambu catcher device to the technical aspects, economic aspects and proper exertion levels.
The material which is used in this research is the exertion unit of bubu kawat and bubu bambu catching devices. This research is conducted by using a descriptive method which its nature is as a case study using the accidental random sampling method, while the collecting data is conducting by using the survey and observation method. The analysis method which is used in the technical aspects is a descriptively analysis and in the economic aspects is analyzed by seeing the amount of capital, costs, income, and profit. And the proper exertion aspect is analyzed by calculating the Marginal Efficiency of Capital (MEC), total profit, and Payback Period (PP). The hypothesis examination is conducted by using the independent sample T-Test.
The result of this research shows that there is a similarity in the technical aspects of the bubu kawat and bubu bambu, which is about how they are operated, the catcher area, and the catcher result. There is only the material which differing. Based on the economic aspects which seen from capital, cost and income, hence effort for bigger bubu bambu than bubu kawat. However, seen from advantage of effort for bigger bubu kawat than bubu bambu. Based on elegibility analysis seen from value MEC, Total Profit and Payback Periode hence effort for bubu bambu and bubu kawat it is good to is implemented with main priority of bubu kawat. Based on statistician test is concluded [by] there is a marked difference about level of Payback Periode at effort for bubu bambu and bubu kawat. While, value MEC and Total Profit at bubu bambu business unit and effort for bubu kawat there is no a marked difference.
Key Words: Bubu Bambu, Bubu Kawat, Marginal Efficiency of Capital (MEC), Total Profit and Payback Period (PP)
DI KEPULAUAN KARIMUNJAWA KABUPATEN JEPARA.
Farah Elalfa Fauziah1) Imam Triarso2) Pramonowibowo2)
ABSTRAK
Kepulauan Karimunjawa sebagian besar berupa gugusan pulau kecil yang dikelilingi lebih dari 63% terumbu karang sehingga mempunyai kekayaan biota laut, maka diperlukan suatu alat tangkap yang efisien, menguntungkan dari segi ekonomi, serta aman terhadap kondisi alamnya. Dari berbagai jenis alat tangkap yang dipergunakan oleh masyarakat nelayan di Kepulauan Karimunjawa, ada sebagian yang menggunakan alat tangkap bubu kawat dan bubu bambu. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian tentang tingkat kelayakan usaha dari kedua alat tangkap tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perbedaan penggunaan alat tangkap bubu bambu dan bubu kawat terhadap aspek teknis, aspek ekonomi dan tingkat kelayakan usaha.
Materi yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah unit usaha penangkapan bubu bambu dan bubu kawat. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif yang bersifat studi kasus dengan metode accidental random sampling, sedangkan pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode survey, observasi. Metode analisa yang digunakan pada aspek teknis yaitu analisa secara deskriptif dan aspek ekonomi dianalisa dengan melihat besarnya modal, biaya, pendapatan dan keuntungan. Serta aspek kelayakan usaha dengan menghitung Marginal Effeciency of Capital (MEC), Total Profit dan Payback Periode (PP). Penguji hipotesa dengan menggunakan independent sample T-Test.
Hasil penelitian didapatkan kesamaan pada aspek teknis dari bubu bambu dan bubu kawat yaitu cara operasi, daerah penangkapan maupun hasil tangkapannya. Hanya material pembuatannya yang membedakan antara keduanya. Berdasarkan dari aspek ekonomi dilihat dari modal, biaya dan pendapatan maka usaha bubu bambu lebih besar daripada bubu kawat. Namun demikian, dilihat dari keuntungan usaha bubu kawat lebih besar daripada bubu bambu. Berdasarkan analisa kelayakan dilihat dari nilai MEC, Total Profit dan Payback Periode maka usaha bubu bambu dan bubu kawat layak dijalankan dengan prioritas utama bubu kawat. Berdasarkan uji statistika disimpulkan terdapat perbedaan yang nyata tentang tingkat Payback Periode pada usaha bubu bambu dan bubu kawat. Sedangkan, nilai MEC dan Total Profit pada unit usaha bubu bambu dan usaha bubu kawat tidak ada perbedaan yang nyata.
Kata Kunci : Bubu Bambu, Bubu Kawat, marginal effeciency of capital (MEC), Total Profit dan Payback Periode (PP)
THE ANALYSIS OF BUBU BAMBU AND BUBU KAWAT FISHERY EXERTION
IN KARIMUNJAWA ISLANDS OF JEPARA REGENCY
Farah Elalfa Fauziah1) Imam Triarso2) Pramonowibowo2)
ABSTRACT
Most of Karimunjawa islands are groups of small islands which surrounded by more than 63% coral reef, which therefore it is rich of sea biota. By this reason, it needs an efficient catcher device which is economically profitable and saves to its natural condition. From the various types of a catcher device which is used by the fisherman society in Karimunjawa islands, there are some of the fishermen who use bubu kawat and bubu bambu catcher device. Therefore, a research about the proper exertion of the two devices is needed to conduct. The aim of this research is to know the influence of the different usage of the bubu kawat and bubu bambu catcher device to the technical aspects, economic aspects and proper exertion levels.
The material which is used in this research is the exertion unit of bubu kawat and bubu bambu catching devices. This research is conducted by using a descriptive method which its nature is as a case study using the accidental random sampling method, while the collecting data is conducting by using the survey and observation method. The analysis method which is used in the technical aspects is a descriptively analysis and in the economic aspects is analyzed by seeing the amount of capital, costs, income, and profit. And the proper exertion aspect is analyzed by calculating the Marginal Efficiency of Capital (MEC), total profit, and Payback Period (PP). The hypothesis examination is conducted by using the independent sample T-Test.
The result of this research shows that there is a similarity in the technical aspects of the bubu kawat and bubu bambu, which is about how they are operated, the catcher area, and the catcher result. There is only the material which differing. Based on the economic aspects which seen from capital, cost and income, hence effort for bigger bubu bambu than bubu kawat. However, seen from advantage of effort for bigger bubu kawat than bubu bambu. Based on elegibility analysis seen from value MEC, Total Profit and Payback Periode hence effort for bubu bambu and bubu kawat it is good to is implemented with main priority of bubu kawat. Based on statistician test is concluded [by] there is a marked difference about level of Payback Periode at effort for bubu bambu and bubu kawat. While, value MEC and Total Profit at bubu bambu business unit and effort for bubu kawat there is no a marked difference.
Key Words: Bubu Bambu, Bubu Kawat, Marginal Efficiency of Capital (MEC), Total Profit and Payback Period (PP)
LIDUATI NABABAN K2C004171
Analisys Optimalized of Fishing Business (a study case)
PT. Perikanan Nusantara Branch Benoa Bali
Liduati Nababan 1), Herry Boesono 2) dan Ismail2)
SUMMARY
PT. Perikanan Nusantara Branch Benoa Bali is the pioneer of thunus fishing business with fishing gear long line in the year 1972. PT. Perikanan Nusantara was established on 27th October 2005. This company is the union of four BUMN (Badan Usaha Milik Negara). They are PT. Usaha Mina (Persero), PT. Tirta Raya Mina (Persero), PT. Perikani (Persero)n and PT. Samodra Besar (Persero). The unity of those companies due to the companies were suffering loss.
The aim of this research is to know the combination of fishing vessel to achieve maximum profit that should have be achieved in the year 2007, and to know the usage of production factors (quantity of crew, operation day, quantity of production, dan operation cost) that still remain or already over the capacity.
Methode applied in this research is survey descriptive methode with study case. Case as an object of the research is optimalized long line fishing business at PT. Perikanan Nusantara Branch Benoa Bali to achieve maximum profit in the year 2007. Analysis methode applied in this research is linear program by using QSB+ (Quantitative System for Business Plus).
Result from optimalized long line fishing at PT. Perikanan Nusantara Branch Benoa Bali in the year 2007 show that maximum profit that should have be achieved amounting to Rp 1,407,950,000.00 by combining three units of fishing vessel 15 GT, eight units of fishing vessel 40 GT, and six units of fishing vessel 60 GT. The remain capacity of production factor for the quantity of crew is 50 people, with operating day in 104 day, and operation budget amounting to Rp356,524,100.00.
The usage of limitation factor that capacity still remain is quantity of crew 25%, for operation day 32%, and operation budget 27%. By using linear program analysis with QSB+ (Quantitative System for Business Plus), profit level of thunus long line fishing business at PT. Perikanan Nusantara Branch Benoa Bali in the year 2007 increased 69%. The profit increasing as the result of optimalized was gaining by reducing two units of fishing vessel 40GT.
Key word : Optimalized, Profit, Combination
Ringkasan
PT. Perikanan Nusantara cabang Benoa (Bali) merupakan perusahaan perintis usaha penangkapan tuna dengan alat tangkap long line pada tahun 1972. PT. Perikanan Nusantara terbentuk pada tanggal 27 Oktober 2005. Perusahaan ini merupakan hasil penggabungan dari empat BUMN yaitu PT. Usaha Mina (Persero), PT. Tirta Raya Mina (Persero), PT. Perikani (Persero) dan PT. Perikanan Samodra Besar (Persero). Penggabungan perusahaan ini disebabkan karena perusahaan terus mengalami kerugian.
Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui kombinasi pengoperasian kapal untuk mencapai keuntungan maksimum yang seharusnya dapat diperoleh perusahaan pada tahun 2007, dan mengetahui penggunaan faktor-faktor produksi (jumlah ABK, hari operasi, jumlah produksi dan biaya operasi) yang masih terdapat sisa atau yang sudah melebihi dari kapasitas.
Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu penelitian deskriptif survei yang bersifat studi kasus. Kasus yang menjadi obyek penelitian yaitu optimalisasi usaha penangkapan tuna long line PT. Perikanan Nusantara Cabang Benoa, Bali untuk mencapai keuntungan maksimum pada tahun 2007. Metode analisis yang digunakan yaitu program linier dengan menggunakan QSB+ (Quantitative System for Business Plus).
Dari hasil analisis optimalisasi usaha penangkapan tuna long line milik PT. Perikanan Nusantara (Persero) Cabang Benoa pada tahun 2007 diperoleh bahwa keuntungan maksimum yang seharusnya dapat dicapai yaitu sebesar Rp1.407.950.000 dengan mengkombinasikan pengoperasian kapal 15 GT sebanyak 3 unit, kapal 40 GT sebanyak 8 unit dan kapal 60 GT sebanyak 6 unit. Sisa kapasitas faktor produksi yang masih ada yaitu jumlah ABK sebesar 50 orang, hari operasi sebesar 104 hari dan anggaran operasi sebesar Rp 356.524.100.
Penggunaan faktor pembatas yang masih terdapat sisa kapasitas yaitu jumlah ABK, hari operasi dan jumlah produksi. Besarnya sisa kapasitas yaitu untuk jumlah ABK 25% , untuk hari operasi 32% dan untuk biaya operasi 27%. Dengan menggunakan analisis program linier dengan QSB+ (Quantitative System for Business Plus), tingkat keuntungan dari usaha penangkapan tuna long line milik PT. Perikanan Nusantara (Persero) Cabang Benoa Bali pada tahun 2007 meningkat 69 %. Peningkatan keuntungan hasil optimalisasi diperoleh dengan mengurangi pengoperasian kapal 40 GT sebanyak 2 unit kapal.
Kata kunci : Optimalisasi, Keuntungan, Kombinasi
1) Mahasiswa PS PSP Undip (Liduati_nababan@yahoo.com)
Staf pengajar FPIK Undip
PT. Perikanan Nusantara Branch Benoa Bali
Liduati Nababan 1), Herry Boesono 2) dan Ismail2)
SUMMARY
PT. Perikanan Nusantara Branch Benoa Bali is the pioneer of thunus fishing business with fishing gear long line in the year 1972. PT. Perikanan Nusantara was established on 27th October 2005. This company is the union of four BUMN (Badan Usaha Milik Negara). They are PT. Usaha Mina (Persero), PT. Tirta Raya Mina (Persero), PT. Perikani (Persero)n and PT. Samodra Besar (Persero). The unity of those companies due to the companies were suffering loss.
The aim of this research is to know the combination of fishing vessel to achieve maximum profit that should have be achieved in the year 2007, and to know the usage of production factors (quantity of crew, operation day, quantity of production, dan operation cost) that still remain or already over the capacity.
Methode applied in this research is survey descriptive methode with study case. Case as an object of the research is optimalized long line fishing business at PT. Perikanan Nusantara Branch Benoa Bali to achieve maximum profit in the year 2007. Analysis methode applied in this research is linear program by using QSB+ (Quantitative System for Business Plus).
Result from optimalized long line fishing at PT. Perikanan Nusantara Branch Benoa Bali in the year 2007 show that maximum profit that should have be achieved amounting to Rp 1,407,950,000.00 by combining three units of fishing vessel 15 GT, eight units of fishing vessel 40 GT, and six units of fishing vessel 60 GT. The remain capacity of production factor for the quantity of crew is 50 people, with operating day in 104 day, and operation budget amounting to Rp356,524,100.00.
The usage of limitation factor that capacity still remain is quantity of crew 25%, for operation day 32%, and operation budget 27%. By using linear program analysis with QSB+ (Quantitative System for Business Plus), profit level of thunus long line fishing business at PT. Perikanan Nusantara Branch Benoa Bali in the year 2007 increased 69%. The profit increasing as the result of optimalized was gaining by reducing two units of fishing vessel 40GT.
Key word : Optimalized, Profit, Combination
Ringkasan
PT. Perikanan Nusantara cabang Benoa (Bali) merupakan perusahaan perintis usaha penangkapan tuna dengan alat tangkap long line pada tahun 1972. PT. Perikanan Nusantara terbentuk pada tanggal 27 Oktober 2005. Perusahaan ini merupakan hasil penggabungan dari empat BUMN yaitu PT. Usaha Mina (Persero), PT. Tirta Raya Mina (Persero), PT. Perikani (Persero) dan PT. Perikanan Samodra Besar (Persero). Penggabungan perusahaan ini disebabkan karena perusahaan terus mengalami kerugian.
Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui kombinasi pengoperasian kapal untuk mencapai keuntungan maksimum yang seharusnya dapat diperoleh perusahaan pada tahun 2007, dan mengetahui penggunaan faktor-faktor produksi (jumlah ABK, hari operasi, jumlah produksi dan biaya operasi) yang masih terdapat sisa atau yang sudah melebihi dari kapasitas.
Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu penelitian deskriptif survei yang bersifat studi kasus. Kasus yang menjadi obyek penelitian yaitu optimalisasi usaha penangkapan tuna long line PT. Perikanan Nusantara Cabang Benoa, Bali untuk mencapai keuntungan maksimum pada tahun 2007. Metode analisis yang digunakan yaitu program linier dengan menggunakan QSB+ (Quantitative System for Business Plus).
Dari hasil analisis optimalisasi usaha penangkapan tuna long line milik PT. Perikanan Nusantara (Persero) Cabang Benoa pada tahun 2007 diperoleh bahwa keuntungan maksimum yang seharusnya dapat dicapai yaitu sebesar Rp1.407.950.000 dengan mengkombinasikan pengoperasian kapal 15 GT sebanyak 3 unit, kapal 40 GT sebanyak 8 unit dan kapal 60 GT sebanyak 6 unit. Sisa kapasitas faktor produksi yang masih ada yaitu jumlah ABK sebesar 50 orang, hari operasi sebesar 104 hari dan anggaran operasi sebesar Rp 356.524.100.
Penggunaan faktor pembatas yang masih terdapat sisa kapasitas yaitu jumlah ABK, hari operasi dan jumlah produksi. Besarnya sisa kapasitas yaitu untuk jumlah ABK 25% , untuk hari operasi 32% dan untuk biaya operasi 27%. Dengan menggunakan analisis program linier dengan QSB+ (Quantitative System for Business Plus), tingkat keuntungan dari usaha penangkapan tuna long line milik PT. Perikanan Nusantara (Persero) Cabang Benoa Bali pada tahun 2007 meningkat 69 %. Peningkatan keuntungan hasil optimalisasi diperoleh dengan mengurangi pengoperasian kapal 40 GT sebanyak 2 unit kapal.
Kata kunci : Optimalisasi, Keuntungan, Kombinasi
1) Mahasiswa PS PSP Undip (Liduati_nababan@yahoo.com)
Staf pengajar FPIK Undip
Langganan:
Postingan (Atom)
