Selasa, 23 September 2008
Puji Sulistianawati K2C004182
Puji Sulistianawati1, Bambang Argo Wibowo2 dan Pramonowibowo2
ABSTRAK
Produksi perikanan yang melimpah pada musim panen menyebabkan ikan harus segera didistribusikan karena sifatnya yang mudah membusuk sehingga membuat harga merosot jika tidak segera dipasarkan. Oleh karena itu diperlukan efektifitas distribusi pemasaran agar kualitas ikan tetap baik sehingga nelayan menerima harga ikan yang sesuai. Penelitian ini memilih ikan remang (Congresox talabon) sebagai subjek karena ikan remang mempunyai nilai ekonomis yang cukup tinggi dengan tingkat harga yang berbeda-beda. Selain itu, ikan remang (Congresox talabon) memiliki rasa yang enak untuk dijadikan produk olahan seperti kerupuk. Tujuan penelitian ini adalah menganalisa harga ikan remang (Congresox talabon) dengan faktor penentunya yaitu jumlah produksi (X ), ukuran berat (X ), jumlah bakul (X ), dan mutu ikan remang (Congresox talabon) ( X ) di PPI Unit I Bajomulyo Juwana Pati, menganalisa korelasi antara harga dengan faktor-faktor penentunya dan menganalisa distribusi pemasaran ikan remang di PPI Unit I Bajomulyo Juwana Kabupaten Pati. Metode penelitian ini adalah metode deskriptif yang bersifat studi kasus. Metode pengumpulan data primer adalah dengan observasi dan wawancara sedangkan data sekunder diperoleh dari instansi-instansi yang terkait. Metode pengambilan sampel ikan remang (Congresox talabon) dan pemilihan responden menggunakan purposive sampling. Hasil penelitian variabel yang berpengaruh terhadap harga adalah produksi dan mutu sedangkan berat dan jumlah bakul tidak berpengaruh terhadap harga. Persamaan regresinya adalah Y= 5630.276 + 1.052 X - 564.428 X - 244.651 X + 845.976 X . Rata-rata harga ikan remang (Congresox talabon) adalah Rp11205.88,-. Korelasi harga dengan produksi dan mutu terjadi korelasi kuat tetapi korelasi antara harga dengan berat dan bakul adalah tidak terjadi korelasi. Distribusi pemasaran ikan remang (Congresox talabon) termasuk distribusi tidak langsung.
Kata kunci : Harga, Distribusi Pemasaran, Ikan Remang (Congresox talabon)
ABSTRACT : Analysis of price and marketing distribution of Yellow pike-conger (congresox talabon) which is landed in Basis Landing of Fish (PPI) unit of Bajomulyo Juwana Sub-province Pati. By : Puji Sulistianawati 1, Bambang Argo Wibowo2 dan Pramonowibowo2
Abundant fishing production in the harvest season makes fishes have to be quickly distributed because of their characteristic that is easy to decay. This makes price go down instantly if the fishes are not marketed soon. Therefore, effectivity in marketing distribution is needed to maintain fish’s quality in a good condition for the fishermen want to get a good price. This study chooses Yellow pike-conger (Congresox talabon) as subject because this fish has a quite high economic value with different price rates. Besides, Yellow pike-conger (Congresox talabon) have a nice taste to be made as manufactured product such as crisps. The purpose of this study is to analyze the price of Yellow pike-conger (Congresox talabon) with total production (X1), weight (X2), number of basket (X3), and the quality of Yellow pike-conger (X4) as the determinant factors in PPI Unit of I Bajomulyo Juwana Sub-Province Pati. Then, this study is also purposed to analyze the correlation between price and its determinant factors, and to analyze the marketing distributionn of Yellow pike-conger in PPI Unit of I Bajomulyo Juwana Sub-Province Pati. The research methodology was a descriptive method of a case study. The taking primary data were by observation and interview, while secunder data was obtained from references of linkage department. The sampling method was purposive sampling. The result of this study shows the variable that have impact to price are production and quality. Weight and number of basket do not have impact to price. The regression equation is Y= 5630.276 + 1.052 X - 564.428 X - 244.651 X + 845.976 X4. The average price of Yellow pike-conger (Congresox talabon) is Rp11205.88,-. Correlation between price with production and quality is strong Correlation. But, correlation between price with weight and basket are not correlation. The marketing distribution of Yellow pike-conger (Congresox talabon) is indirect.
Keywords : Price, Marketing distribution, Yellow pike-conger (Congresox talabon)
1 Mahasiswa PSP FPIK Undip, email : po2h_1@ yahoo.com
2 Staf Pengajar PSP FPIK Undip
NAELUL HIDAYAH K2C003166
Naelul Hidayah , Herry Boesono2, dan Abdul Kohar M. 2
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk menguji apakah model dengan menggunakan faktor lingkungan usaha dan kebijakan pemerintah merupakan model yang tepat untuk menggambarkan kinerja usaha perikanan tangkap purse seine di Kota Pekalongan serta untuk mengetahui pengaruh hubungan antar variabel-variabel yang membentuk model tersebut. Hasil pengolahan data menggunakan SEM pada model awal (model 1) diperoleh nilai chi-square sebesar 252,795, probabilitas sebesar 0,000, GFI sebesar 0,781, AGFI sebesar 0,705, CMIN/df sebesar 2,503, CFI sebesar 0,876, TLI 0,852, dan RMSEA 0,117. Hasil tersebut menyatakankan bahwa model masih dalam kategori marginal. Oleh karena itu, perlu direvisi untuk memperoleh model yang fit yaitu dengan membuat model 2. Hasil pengolahan data pada model revisi (model 2) diperoleh nilai chi-square sebesar 103,778, probabilitas sebesar 0,081, GFI sebesar 0,901, AGFI sebesar 0,842, CMIN/df sebesar 1,221, CFI sebesar 0,985, TLI 0,978, dan RMSEA sebesar 0,045. Hasil pengujian terhadap H1 dan H3 diperoleh nilai CR 1,96 masing-masing sebesar 4,228 dan 2,605, sehingga hipotesis H1 dan H3 diterima. Sedangkan hasil pengujian terhadap H2 diperoleh nilai CR <1,96 yaitu sebesar - 1,110, sehingga hipotesis H2 ditolak.
Kata kunci : Model, Kinerja Usaha, Lingkungan Usaha, Kebijakan Pemerintah
ABSTRACT
The research was aimed to test what the model with business environment and government policy factor is accurate to describe the performance of business fisheries purse seine in pekalongan city and to know the influence between variable that make the model. The results with SEM in the first model (model 1) were got chi-square value 252,795, the probability 0,000, GFI 0,781, AGFI 0,705, CMIN/df 2,503, CFI 0,876, TLI 0,852, and RMSEA 0,117. From the results was got the model in marginal category. Therefore the model need revise to get the fit model i.e. make the second model. The result from the revision model (model 2) was chi-square value 103,778, the probability 0,081, GFI 0,901, AGFI 0,842, CMIN/df 1,221, CFI 0,985, TLI 0,978, and RMSEA 0,045. The hypothesis test result of H1 and H3 were got CR 1,96 i.e. each of them got 4,228 and 2,605, so the hypothesis of H1 and H2 were accepted. While the hypothesis test result of H2 was got CR < 1,96 i.e. - 1,110, so the hypothesis of H2 was refused.
Keywords : Model, Business Performance, Business Environment, Government Policy
1 Mahasiswa PSP FPIK Undip
2 Staf Pengajar PSP FPIK Undip
MUHAMMAD K WIBOWO K2C001194
ASPEK PENANGKAPAN
Muhammad K. Wibowo1 Herry Boesono2 dan Agus Suherman2
RINGKASAN
Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Sambiroto merupakan lokasi yang sangat strategis bagi perikanan pesisir wilayah utara Kabupaten Pati, karena PPI mempunyai fungsi sebagai penghubung kegiatan perikanan di laut dengan usaha perikanan di darat. Pengembangan PPI harus dilakukan, hal ini disebabkan PPI merupakan ujung tombak di dalam memberikan pelayanan dalam perjalanan rantai produksi, distribusi/pemasaran ikan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui dan membahas tentang fasilitas di PPI Sambiroto, kemudian juga membuat prioritas pengembangannya serta peramalan terhadap faktor pendukung di PPI Sambiroto yang mempengaruhi aktivitas di PPI Sambiroto.
Materi yang digunakan adalah fasilitas, baik dasar, fungsional, dan penunjang di PPI Sambiroto serta perkembangan jumlah perahu, kunjungan kapal, jumlah produksi, jumlah nelayan, dan bakul ikan. Metode penelitian berupa metode deskriptif, metode pengambilan data dengan melalui wawancara dan observasi. Metode analisa data yang digunakan adalah metode peramalan dengan analisa time series, analisis estimasi, analisis pemanfaatan, dan analisis SWOT.
Hasil penelitian yang didapat fasilitas-fasilitas yang ada di PPI Sambiroto sangat membutuhkan perhatian pemerintah, terutama fasilitas dasar dengan masalah pendangkalan alur pelayaran dan fasilitas fungsional dengan masalah SPBN dan distribusi bahan bakar kepada nelayan. Peramalan terhadap faktor pendukung menghasilkan bahwa adanya peningkatan terhadap jumlah armada penangkapan, jumlah produksi, jumlah nelayan, dan bakul ikan. Jumlah kunjungan kapal mengalami penurunan karena adanya pengaruh sedimentasi di alur pelayaran yang mengakibatkan kapal-kapal mengalami kesulitan masuk ke dalam PPI Sambiroto.
Kesimpulan dan saran terhadap hasil penelitian adalah pengembangan PPI Sambiroto sangat memerlukan perhatian dan tindakan dari pemerintah sebagai pihak yang berwenang dalam mengakomodasi pembangunan serta melibatkan masyarakat sekitar PPI juga pihak swasta sehingga semua pihak mendapatkan keuntungan.
Kata kunci : PPI Sambiroto, Pengembangan, Nelayan, Pemerintah
1 Mahasiswa PS PSP FPIK Undip
2 Staff Pengajar FPIK Undip
THE STUDY OF SAMBIROTO’S FISH LANDING BASE DEVELOPMENT AT PATI REGENCY
VIEWED OF CATCHING ASPECT
Muhammad K. Wibowo1 Herry Boesono2 and Agus Suherman2
SUMMARY
Sambiroto’s Fish Landing Base is the strategy location for coastal area fishery at the north region of Pati regency, because that place have a function as connecting fisheries activity at the ocean and with the mainland. Development of Sambiroto’s Fish Landing Base must be do it cause it’s main of spear in the chain journey for production and distribution of fishery products. The aim of this research is for to know and study about facilities at Sambiroto’s Fish Landing Base and make a priorities of development, also make forecasting for the supporting factors at Sambiroto’s Fish Landing Base that have influence to activity in the Sambiroto’s Fish Landing Base.
The research materials are facilities, included the main facility, functional, and supporting facility in Sambiroto’s Fish Landing Base, also the growing amount of ship or boat, visiting of ship, amount of production, sum of fisherman, and sum of fish traders. The used method is a survey descriptive method, the method to get the data is with interview and observation. The used data analysis are forecasting method with time series analysis, estimation, purposing analysis, and SWOT analysis.
The results of this research that facilities in Sambiroto’s Fish Landing Base more need attention from government, especially main facilities with the problem of shallowing sailing gully and functional facilities with the problem of station to refill the diesel fuel, also the distribution of that gas to the fisherman. The forecasting to supporting factors make output are increasing sum of boat, fish production, amount of fisherman, and fish traders. Amount of visiting ship make output is decreasing cause sedimentation in sailing gully that impact ship or boat have a problem or difficult to in the Sambiroto’s Fish Landing Base.
Conclution and suggestion from this research make output is Sambiroto’s Fish Landing Base more need attention and action from government as have the power to be competent to growth’s country accommodation also involved society surrounding Sambiroto’s Fish Landing Base and the private’s side with the result that all the component get profit as the output.
Key words : Sambiroto’s Fish Landing Base, Development, Fisherman, Government
1University Student at Study Program PSP, Fishery and Marine Science Faculty of Diponegoro University
2Staff of University Lecturer at Fishery and Marine Science Faculty of Diponegoro University
Merlina Indi Hapsari K2C004175
BERBASIS KOMPUTER DI PELABUHAN PERIKANAN PANTAI LABUHAN LOMBOK (PPP),
LOMBOK TIMUR (NTB)
Merlina Indi Hapsari , Sardiyatmo2, Agus Suherman2
ABSTRAK
Kabupaten Lombok Timur adalah salah satu kabupaten diantara sembilan kabupaten/kota yang ada di Propinsi Nusa Tenggara Barat yang berada di sebelah timur Pulau Lombok dengan luas wilayah 2.679,83 km², yang terbagi dalam wilayah daratan dengan luas 1.605,55 km² dan luas laut 1.074,33 km². Selain itu Kabupaten Lombok Timur juga mempunyai Pelabuhan Perikanan Pantai yang bertempat di desa Labuhan Lombok, kecamatan Pringgabaya. Pentingnya suatu sistem yang memberikan informasi mengenai perikanan tangkap sebagai bahan pertimbangan kebijakan & kegiatan perekonomian.
Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan pengelolaan data perikanan tangkap agar menghasilkan informasi secara cepat, tepat dan mudah, mengetahui keadaan umum perikanan Tangkap PPP Labuhan Lombok untuk proses optimalisasi pengelolaan data perikanan tangkap serta merancang sistem informasi perikanan tangkap yang mudah dioperasikan sehingga dapat dimanfaatkan oleh pengguna secara bersama.
Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah unit penangkapan ikan yang terdiri dari alat penangkap ikan, kapal perikanan, pemilik, produksi ikan, jenis ikan hasil tangkapan, alat tulis dan alat dokumentasi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif survey yang bersifat studi kasus dan lapangan, sedangkan pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi (survey lapangan), wawancara dan studi pustaka. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei 2008.
Hasil Penelitian ini adalah mendapatkan sistem informasi perikanan tangkap yang menyajikan informasi tentang kapal, pemilik, jenis ikan, produksi, alat tangkap dan pelabuhan. Dalam perancangan sistem ini menggunakan teknologi PHP (Page Hypertext Preeprocesor) dan Macromedia Dreamweaver MX 2004 sebagai tampilan visual, Xampp 1.6.5. sebagai web server dan MySQL sebagai perancangan database.
Kata Kunci : Pengelolaan Data Perikanan Tangkap, Berbasis Komputer, PPP Labuhan Lombok, Lombok Timur (NTB), PHP, Macromedia Dreamweaver.
ABSTRACT
East Lombok Regency was one of regency among nine regencies/cities located in Nusa Tenggara Barat province at the east of Lombok Island with wide area about 2.679,83 km2, which divided into land area about 1.605,55 km2 and sea area about 1.074,33 km2. Besides that East Lombok Regency also have the fishery port in Labuhan Lombok village, Pringgabaya sub district. System consciousness in giving information concerning catching fishery as the policy consideration material and economical activities.
This research intended to optimized the catching fishery data management in order to get quickly information, precise and easy, understand general condition of catching fishery on PPP Labuhan Lombok for optimized catching fishery data management process and designing catching fishery information system which easily operated therefore can be used by user collectively.
Material used in this research was fish catching unit that consists of fish catcher equipment, fishery ship, owner, fish production, type fish catching result, writing equipment and documentation. Research result used was descriptive survey method have the quality case study and field, whereas data collected by observation (field survey), interview and library study. This research executed on April - May, 2008.
This research result was obtained catching fishery information system which provide information about ship, owner, fish type, production, catcher equipment and port. This planning system used PHP technology (Page Hypertext Preeprocesor) and Macromedia Dreamweaver MX 2004 as visual display, Xampp 1.6.5. as web server and MySQL as database planning.
Keywords : Catching Fishery Data Management, Computer Base, PPP Labuhan Lombok, East Lombok (NTB), PHP, Macromedia Dreamweaver.
1 Mahasiswa PSP FPIK Undip, e-mail : indut_cute86@yahoo.co.id
2 Staf Pengajar PSP FPIK Undip
Intan Paramita K2C004168
Intan Paramita*), Ismail**) dan Herry Boesono**)
ABSTRAK
Peranan wanita dalam rumah tangga nelayan trammel net sangatlah besar artinya bagi kelangsungan hidup mereka. Untuk mengurangi beban keluarga, banyak istri nelayan melakukan usaha lain di luar rumah. Pada umumnya para wanita nelayan terdorong untuk mencari nafkah karena tuntutan ekonomi rumah tangga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya curahan tenaga wanita nelayan trammel net dalam kegiatan mencari nafkah, juga untuk mengetahui pendapatan yang diperoleh wanita nelayan trammel net dan kontribusinya pada pendapatan keluarga, serta mengetahui tingkat kesejahteraan keluarga nelayan trammel net di kecamatam Wedung kabupaten Demak. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif yang bersifat studi kasus. Pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi dan wawancara melalui kuesioner. Responden yang diteliti dalam penelitian ini adalah wanita yang kepala keluarganya mempuyai mata pencaharian sebagai nelayan dengan alat tangkap trammel net. Penelitian mengamati besarnya curahan tenaga, pendapatan dan kontribusi serta tingkat kesejahteraan wanita nelayan trammel net. Curahan waktu yang diberikan wanita nelayan trammel net untuk mencari nafkah lebih dari 6 jam dengan rata-rata pendapatan sebesar Rp 545.000,- dan kontribusi terhadap pendapatan keluarga sebesar 33,63%. Tingkat kesejahteraan keluarga nelayan trammel net adalah 1,21 yang berarti mereka memiliki tingkat kesejahteraan cukup baik.
Kata-Kata Kunci : Wanita nelayan trammel net, curahan tenaga, kontribusi pendapatan, tingkat kesejahteraan, Kecamatan Wedung.
*Mahasiswa PSP FPIK Undip, e-mail :intan_paramita21@yahoo.com
**Staf Pengajar PSP FPIK Undip
ABSTRACT
The role of woman in trammel net fisherman household is very big for continuity of their life. To reduce the family burden, lots of fisherman wife do another job in outdoors. Generally fisherman womens impeled to earn job because of economic demand household. This research is aim to know the level of trammel net fisherman woman energy in earn job activity, also to know the wages that earnings of trammel net fisherman woman and her contribution for the family earn, and also to know the storey level prosperity of trammel net fisherman family in Wedung Sub-Province of Demak. The research method that used is descriptive method of case study. The data collection is conducted with observation method and interview through kuesioner. Responden in this research are woman which her family head is trammel net as fisherman. The research perceive the level of energy effusing, contribution and earnings and also mount prosperity of trammel net fisherman woman. The time effusing given by trammel net fisherman woman is more than 6 hour with earnings mean equal to Rp 545.000,- and contribution to earnings of family equal to 33,63%. Storey level prosperity of trammel net fisherman family of is 1,21 that means they have a good enough prosperity storey level.
KeyWords : Woman trammel net Fisherman, effusing energy, earnings contribution, mount prosperity, District of Wedung.
*Mahasiswa PSP FPIK Undip
**Staf Pengajar PSP FPIK Undip
Indiastuti Wahyu Utami K2C004166
Indiastuti Wahyu Utami *); Herry Boesono**); Agus Suherman**)
ABSTRAK
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui besarnya tingkat pemanfaatan dan kondisi yang paling optimal dari PPI Muara, besarnya potensi penangkapan, dan menganalisa optimalisasi pelayanan operasional yang tersedia di PPI Muara. Materi yang digunakan adalah pelayanan operasional dan perkembangan potensi penangkapan yang meliputi produksi ikan, jumlah kapal, dan jumlah nelayan di PPI Muara. Metode yang digunakan adalah metode deskriftif, dan metode pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode observasi, wawancara dan studi pustaka. Analisis datanya menggunakan time series, analisis pemanfaatan dan analisis SWOT.
Berdasarkan data produksi selama tahun 2004-2007 rata-rata mengalami penurunan, hal ini menerangkan bahwa harga produksi di TPI Mina Bahari Muara semakin menurun dan bisa dikatakan kurang baik. Pelayanan untuk lelang ikan dilaksanakan dua kali operasi, dan para personilnya berasal dari pegawai TPI Mina Bahari tersebut. Tingkat pemanfaatan dari PPI ini bisa dikatakan belum optimal karena hanya 45% saja penggunaan dari kolam pelabuhan. Pelayanan pegawai PPI itu sendiri bisa dikatakan mencapai tingkat optimum walaupun masih ada kekurangan dari masing-masing personilnya
Kata kunci : Kabupaten Subang, TPI Mina Bahari Muara, Pelayanan Pelabuhan, Analisis SWOT
ABSTRACT
The purpose of this research are to know the level of facility and knowing condition fish catching potency and analyzed the services of PPI Muara. The materials are the operational services and fish production development, number of vessel, and number of fisherman in PPI Muara. The used methode is a survey deskriftive methode, observation, interview, and literature study are used to get the data. The data analysis are facilities utilization levels, time series, and SWOT analysis.
Building on production data experience decrease in average at 2004 – 2007, provides an explanation of price production in TPI Mina Bahari Muara on the wane and broadly unvorable. Services in landing is enforceable twice operation, and the employee derive from TPI Mina Bahari. The level of facility from this PPI broadly not optimum because only 45 % employee a basin. Service the employeement broadly attained optimum condition although be still decrease with employeement.
Kata kunci : Subang, TPI Mina Bahari Muara, Services Port, SWOT analisys
*) Mahasiswa PSP FPIK Undip e-mail: qu_crut@yahoo.com
**) Staf Pengajar PSP FPIK Undip
HERU SULISTYANTO K2C001179
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEPENGARUHI PERMINTAAN IKAN PADA INDUSTRI PENGOLAHAN IKAN PINDANG : STUDI KASUS DI KABUPATEN REMBANG
Heru Sulistyanto1 Herry Boesono2 dan Abdul Kohar Mudzaki2
RINGKASAN
Usaha mengatasi kemunduran mutu hasil perikanan adalah dengan mengawetkan ikan, salah satunya dengan pemindangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang dapat mempengaruhi permintaan ikan pada industri ikan pindang dengan studi kasus di Kabupaten Rembang.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan teknik wawancara “interview” yang dibantu kuesioner. Metode pengambilan responden dilakukan dengan ”simple random sampling”, dengan jumlah responden 100 orang. Pengujian hipotesis menggunakan uji t dan uji f, dan pengolahan data dengan Program SPSS 11.
Hasil analisis regresi linier berganda menggunakan SPSS diperoleh persamaan Y = 4,039 - 0,137 X1 + 0,058 X2 + 0,072 X3 + 0,214 X4. Hasil uji t menunjukkan bahwa secara individu variabel harga produk, dan cita rasa masyarakat memberikan pengaruh terhadap permintaan ikan pindang, sedangkan variabel harga barang subtitusi dan pendapatan konsumen tidak berpengaruh terhadap permintaan ikan pindang. Hasil pengujian f menunjukkan bahwa secara bersama-sama variabel harga, harga barang substitusi, tingkat pendapatan rumah tangga konsumen dan cita rasa masyarakat dapat mempengaruhi permintaan ikan pindang.
THE ANALYSIS OF FACTOR THAT AFFECT THE DEMAND FOR FISH AT INDUSTRY OF PINDANG PROCESSING : THE CASE STUDY IN REMBANG REGENCY
SUMMARY
The effort to solve the quality decrease of fishing products by perverse, the one of way by “pemindangan”. This research have a purpose to know factors that can affect the demand for fish at industry of “pindang” processing, by case study in Rembang Regency.
The method that is used in this research is descriptive method by interview that assist by questionnaire. The method to get the respondent is done by simple random sampling, by 100 people respondent. The hypothesis examination uses t test and f test and preparation of data by SPSS 11.
The analysis result of double linier regression uses SPSS is got equation Y = 4,039 – 0,137X1 + 0,058X2 + 0,072X3 + 0,214X4. the result of t test points that the individually product price variable and the consumer income have an influence that are not significance toward the demand for pindang. In a while the result of f test points that by colective price variable the subtitute goods price the level of consumer household income and the taste of people can affect the demand for pindang. Based on analysis regression can be knew that the taste of people is a factor that most influential toward the demand for pindang
Kata Kunci : Permintaan, Pindang, Kabupaten Rembang
1. Mahasiswa PS PSP FPIK UNDIP email : heru.sulistyanto@yahoo.com
