Aji Setiawan K2C006006,ANALISIS PERBANDINGAN USAHA PENANGKAPAN IKAN PADA JARING MINI PURSE SEINE DAN CANTRANG DI PPI KLIDANG LOR, BATANG. Ir. Ismail MSEI dan Ir. Herry Boesono MPI. Kamis, 07 November 2010, 08.00-09.00
M Adib Susilo K2C006049, Pengaruh Perbedaan Bentuk Krendet dan lama Perendaman Terhadap hasil tangkapan Lobster (Panulirus spp) di Perairan Baron Gunungkidul DIY, Ir. Herry Boesono MPI. Ir. Pramonowibowo, DFG, Kamis, 07 November 2010, 09.00-10.00
Sulton Aris Prasetyo K2C005193, Analisis Kebijakan Pengelolaan Balai Pelabuhan Perikanan Pantai Muara Ciasem Blanakan Sebagai Infrastruktur Publik di Kabupaten Subang Jawa Barat, Ir Abdul Rosyid, Kamis, 07 Oktober 2010, 10.00-11.00
Kamis, 07 Oktober 2010
Selasa, 20 Juli 2010
Jadwal Seminar
Sigid Nugroho K2C006065, Analisis Klasifikasi Skala Usaha Pedagang Ikan Di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Roban Kabupaten Batang, Ir. Bambang Argo Wibowo, MSi, Ir. Ismail, MSIEi, Selasa, 20 Juli 2010, 08.00-09.00
Andre Setyawan K2C006011, Analisis Dampak Stratifikasi Sosial Terhadap Tingkat Kesejahteraan Nelayan Cantrang Di Klidang Lor Kabupaten Batang, Ir. Imam Triarso, MSi Ir. Bambang Argo Wibowo, MSi, Selasa, 20 Juli 2010, 12.00-13.00
Eko Nofridiansyah K2C006028, Analisis Daerah Penangkapan Ikan Cakalang (Katsuwonus pelamis) dengan Menggunakan Kapal Purse seine dan Citra Modis Di Perairan Barat Sumatera, Ir. Herry Boesono, MSi, Dr.Ir. Agus Hartoko, MSc, Kamis, 22 Juli 2010, 10.00-11.00
Creani Handayani K2C006023, Fluktuasi Produksi Ikan Cakalang (Katsuwonus sp) dan Suhu Permukaan laut dengan Data Citra Satelit Aqua Modis Di Perairan Malang Selatan, Ir. Herry Boesono, MSi, Dr.Ir. Agus Hartoko, MSc, Kamis, 22 Juli 2010, 11.00-12.00
Andre Setyawan K2C006011, Analisis Dampak Stratifikasi Sosial Terhadap Tingkat Kesejahteraan Nelayan Cantrang Di Klidang Lor Kabupaten Batang, Ir. Imam Triarso, MSi Ir. Bambang Argo Wibowo, MSi, Selasa, 20 Juli 2010, 12.00-13.00
Eko Nofridiansyah K2C006028, Analisis Daerah Penangkapan Ikan Cakalang (Katsuwonus pelamis) dengan Menggunakan Kapal Purse seine dan Citra Modis Di Perairan Barat Sumatera, Ir. Herry Boesono, MSi, Dr.Ir. Agus Hartoko, MSc, Kamis, 22 Juli 2010, 10.00-11.00
Creani Handayani K2C006023, Fluktuasi Produksi Ikan Cakalang (Katsuwonus sp) dan Suhu Permukaan laut dengan Data Citra Satelit Aqua Modis Di Perairan Malang Selatan, Ir. Herry Boesono, MSi, Dr.Ir. Agus Hartoko, MSc, Kamis, 22 Juli 2010, 11.00-12.00
Rabu, 14 April 2010
Jadwal Seminar
ur Khasanah K2C004180, Analisis Kelayakan Usaha Pengolahan Ikan Skala Menengah di Kawasan Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Tegalsari Kota Tegal, Ir Ismail, MSIE
Ir Herry Boesono, MPi,KAMIS, 15 April 2010, 09.00-10.00
Eko Mukti Riyanto K2C005154, Pengarus Kedalaman Mata Pancing pada Pengoperasian Alat Tangkap Tuna Long Line Terhadap Hasil Tangkapan Ikan Tuna (Thunnus sp) KM Saodra 38 PT Perikanan Nusantara, Benoa Bali Ir Herry Boesono, MPi
Ir. Indradi Setianto, Mpi, KAMIS, 15 April 2010, 10.00-11.00
Ir Herry Boesono, MPi,KAMIS, 15 April 2010, 09.00-10.00
Eko Mukti Riyanto K2C005154, Pengarus Kedalaman Mata Pancing pada Pengoperasian Alat Tangkap Tuna Long Line Terhadap Hasil Tangkapan Ikan Tuna (Thunnus sp) KM Saodra 38 PT Perikanan Nusantara, Benoa Bali Ir Herry Boesono, MPi
Ir. Indradi Setianto, Mpi, KAMIS, 15 April 2010, 10.00-11.00
Jadwal Seminar
KAMIS, 15 April 2010
Nur Khasanah K2C004180, Analisis Kelayakan Usaha Pengolahan Ikan Skala Menengah di Kawasan Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Tegalsari Kota Tegal, Ir Ismail, MSIE
Ir Herry Boesono, MPi,KAMIS, 15 April 2010, 09.00-10.00
Eko Mukti Riyanto K2C005154, Pengaruh Kedalaman Mata Pancing pada Pengoperasian Alat Tangkap Tuna Long Line Terhadap Hasil Tangkapan Ikan Tuna (Thunnus sp) KM Samodra 38 PT Perikanan Nusantara, Benoa Bali Ir Herry Boesono, MPi
Ir. Indradi Setianto, Mpi, KAMIS, 15 April 2010, 10.00-11.00
Nur Khasanah K2C004180, Analisis Kelayakan Usaha Pengolahan Ikan Skala Menengah di Kawasan Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Tegalsari Kota Tegal, Ir Ismail, MSIE
Ir Herry Boesono, MPi,KAMIS, 15 April 2010, 09.00-10.00
Eko Mukti Riyanto K2C005154, Pengaruh Kedalaman Mata Pancing pada Pengoperasian Alat Tangkap Tuna Long Line Terhadap Hasil Tangkapan Ikan Tuna (Thunnus sp) KM Samodra 38 PT Perikanan Nusantara, Benoa Bali Ir Herry Boesono, MPi
Ir. Indradi Setianto, Mpi, KAMIS, 15 April 2010, 10.00-11.00
Rabu, 31 Maret 2010
Jadwal Seminar
KAMIS, 8 April 2010
No | Nama Mahasiswa NIM | Judul Seminar | Pembimbing | Waktu |
1 | Dicky Zulfikar K2C005100 | Evaluasi Pelaksanaan Kebijakan Perikanan Tangkap di Karimunjawa | Ir Herry Boesono, MPi, (alm) Ir. Solahuddin S, DESS | 08.00-09.00 |
2 | Alfa Ardi Wijati K2C006008 | Analisis Konstruksi dan Stabilitas KM Sinar Mas di CV Nuh Marine Klidang Batang | Ir Herry Boesono, MPi Ir. Indradi Setianto, Mpi | 09.00-10.00 |
3 | Anggun Zawani K2C005135 | Analisis Tingkat Produktifitas Udang Penaid dengan Alat Tangkap Jaring Arad di Tambak Lorok | Ir Herry Boesono, Mpi Ir. Pramonowibowo, DFG, Mpi | 10.00-11.00 |
4 | Delvano H Akbar K2C005146 | Pendugaan Nilai Target Strenght Ikan Karang menggunakan sistem Akustik Split Beam (beam terbagi) di Perairan Gugusan Pulau Pari Kep Seribu | Ir. Herry Boesono Msi Dr.Ir. Wijopriono, MSc | 11.00-12.00 |
Rabu, 24 Maret 2010
Jadwal Seminar
KAMIS, 25 Maret 2010
| No | Nama Mahasiswa NIM | Judul Seminar | Pembimbing | Waktu |
| 1 | Indra Saputra K2C005166 | Strategi Pengembangan Pelabuhan PerikananSamudera Bungus Padang Sumatera Barat | Dr Agus Suherman, SPi, MSi Ir Herry Boesono, MPi | 09.00-10.00 |
| 2 | Dina Putri Perwitasari K2C005133 | Analisis Kualitas Pelayanan Pelabuhan Perikanan Ditinjau dari Aspek Pemasaran dan Distribusi di PPN Brondong Lamongan Jawa Timur | Dr Agus Suherman, SPi, MSi Ir Herry Boesono, MPi | 10.00-11.00 |
Senin, 22 Maret 2010
YUNITA NEFIANI L K2C005200
TINGKAT KELOLOSAN DAN SELEKTIVITAS IKAN NILA
(Oreochromis sp) PADA BENTUK MATA KANTONG JARING ARAD DAN KECEPATAN TARIK YANG BERBEDA PADA UJI FLUME TANK
Yunita Nefiani L 1, Asriyanto2 dan Pramonowibowo2
Mahasiswa PSP FPIK Undip (email : z_tari@yahoo.com), Staf Pengajar PSP FPIK Undip
ABSTRAK
Pelarangan penggunaan jaring arad mengacu pada konstruksi dan cara operasinya yang mengakibatkan terlalu banyak resources yang rusak pada daerah-daerah tertentu. Selama ini bagian kantong jaring arad selalu menggunakan bentuk mata diamond mesh. Penggunaan bentuk mata kantong jaring pukat yang berbeda seperti bentuk mata jaring belah ketupat (diamond/genuine mesh) dan bujur sangkar (square mesh) dilakukan untuk mengetahui bagaimana tingkat kelolosan ikan percobaan dengan bermacam-macam ukuran pada jaring model dengan berbagai kecepatan penarikan, sehingga diketahui alat tangkap tersebut selektif atau tidak. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui tingkat kelolosan ikan dengan bentuk mata kantong yang berbeda dan kecepatan tarik yang berbeda pada jaring pukat dan juga mengetahui selektivitas jaring model dengan bentuk mata kantong yang berbeda dan kecepatan tarik yang berbeda pada jaring pukat di dalam air dari model jaring yang telah dirancang dan dibuat.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental skala laboratorium dengan data yang diambil mencakup morfometri ikan (panjang total, berat badan, dan lingkar badan ikan), jumlah ikan yang masuk ke dalam codend, serta jumlah ikan yang lolos ke dalam cover net. Analisis data menggunakan perhitungan yang mengacu formula dari Sparre dan Venema (1999), dengan menganalisis data rasio persentase tingkat kelolosan ikan dan perhitungan selektivitas model jaring arad.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai tingkat kelolosan ikan nila (Oreochromis sp) yang paling tinggi adalah menggunakan bentuk mata kantong square dengan kecepatan tarik 0,3 m/s yaitu sebesar 0,63% dengan nilai selektivitas pada L 50% adalah 5,77 cm dan nilai faktor seleksinya (SF) 2,40. Perbedaan bentuk mata kantong dan perbedaan kecepatan tarik mempengaruhi masing-masing nilai selektivitas.
Kata kunci : Tingkat kelolosan, Selektivitas, Ikan Nila (Oreochromis sp), Flume tank
Abstract : Both Losing And Selectivity Of Nila Fish ( Oreocrhromis Sp) On Baby Trawl Net Type And Different Pull Speed Of Flume Tank Test
Prohibiting of using baby trawl net was refer to both construction and the operation which made too much damage resources within specific area. So far, baby trawl net part always using diamond mesh type. Using different large trawling such diamond/genuine mesh type and square mesh was carry out to found how losing level of fish by various size of type net and various pull speed, therefore found whether that catching tool selective or not. Purpose of this research was to found fish losing level by different pocket type and different pull speed level on seine net and also to found selectivity of net type and net which already planed and made.
Research method used was experimental method of laboratory scale and obtained data including fish morfometry (total length, weight, and body circle of dish), fish number which enter into codend, and fish which lost into cover net. Data analysis used calculation which refer to formula from both Sparre and Venema (1999), by analyzing presentation ratio data of fish losing level and selectivity calculation of baby trawl net type.
Research result showed that highest losing level of nila fish ( Oreochromis sp) was using square pocket type by poll speed about 0,3 m/s it was about 0,63% by selectivity value of L about 5,77 cm and selection factor value (CF) about 2,40. Pocket type and pull speed difference was influence each selectivity value.
Keywords: Losing level, Selectivity, Nila Fish (Oreochromis sp), Flume Tank
(Oreochromis sp) PADA BENTUK MATA KANTONG JARING ARAD DAN KECEPATAN TARIK YANG BERBEDA PADA UJI FLUME TANK
Yunita Nefiani L 1, Asriyanto2 dan Pramonowibowo2
Mahasiswa PSP FPIK Undip (email : z_tari@yahoo.com), Staf Pengajar PSP FPIK Undip
ABSTRAK
Pelarangan penggunaan jaring arad mengacu pada konstruksi dan cara operasinya yang mengakibatkan terlalu banyak resources yang rusak pada daerah-daerah tertentu. Selama ini bagian kantong jaring arad selalu menggunakan bentuk mata diamond mesh. Penggunaan bentuk mata kantong jaring pukat yang berbeda seperti bentuk mata jaring belah ketupat (diamond/genuine mesh) dan bujur sangkar (square mesh) dilakukan untuk mengetahui bagaimana tingkat kelolosan ikan percobaan dengan bermacam-macam ukuran pada jaring model dengan berbagai kecepatan penarikan, sehingga diketahui alat tangkap tersebut selektif atau tidak. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui tingkat kelolosan ikan dengan bentuk mata kantong yang berbeda dan kecepatan tarik yang berbeda pada jaring pukat dan juga mengetahui selektivitas jaring model dengan bentuk mata kantong yang berbeda dan kecepatan tarik yang berbeda pada jaring pukat di dalam air dari model jaring yang telah dirancang dan dibuat.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental skala laboratorium dengan data yang diambil mencakup morfometri ikan (panjang total, berat badan, dan lingkar badan ikan), jumlah ikan yang masuk ke dalam codend, serta jumlah ikan yang lolos ke dalam cover net. Analisis data menggunakan perhitungan yang mengacu formula dari Sparre dan Venema (1999), dengan menganalisis data rasio persentase tingkat kelolosan ikan dan perhitungan selektivitas model jaring arad.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai tingkat kelolosan ikan nila (Oreochromis sp) yang paling tinggi adalah menggunakan bentuk mata kantong square dengan kecepatan tarik 0,3 m/s yaitu sebesar 0,63% dengan nilai selektivitas pada L 50% adalah 5,77 cm dan nilai faktor seleksinya (SF) 2,40. Perbedaan bentuk mata kantong dan perbedaan kecepatan tarik mempengaruhi masing-masing nilai selektivitas.
Kata kunci : Tingkat kelolosan, Selektivitas, Ikan Nila (Oreochromis sp), Flume tank
Abstract : Both Losing And Selectivity Of Nila Fish ( Oreocrhromis Sp) On Baby Trawl Net Type And Different Pull Speed Of Flume Tank Test
Prohibiting of using baby trawl net was refer to both construction and the operation which made too much damage resources within specific area. So far, baby trawl net part always using diamond mesh type. Using different large trawling such diamond/genuine mesh type and square mesh was carry out to found how losing level of fish by various size of type net and various pull speed, therefore found whether that catching tool selective or not. Purpose of this research was to found fish losing level by different pocket type and different pull speed level on seine net and also to found selectivity of net type and net which already planed and made.
Research method used was experimental method of laboratory scale and obtained data including fish morfometry (total length, weight, and body circle of dish), fish number which enter into codend, and fish which lost into cover net. Data analysis used calculation which refer to formula from both Sparre and Venema (1999), by analyzing presentation ratio data of fish losing level and selectivity calculation of baby trawl net type.
Research result showed that highest losing level of nila fish ( Oreochromis sp) was using square pocket type by poll speed about 0,3 m/s it was about 0,63% by selectivity value of L about 5,77 cm and selection factor value (CF) about 2,40. Pocket type and pull speed difference was influence each selectivity value.
Keywords: Losing level, Selectivity, Nila Fish (Oreochromis sp), Flume Tank
IQBAL ALI HUSNI K2C005167
Analisis Frekuensi Suara Ikan Kerapu Macan (Epinephelus fuscoguttatus) pada Saat Makan Sebagai Atraktan pada Operasi Penangkapan Dalam Skala Laboratorium
Sound Frequency Analysis of Grouper (Epinephelus fuscoguttatus) During Feeding as Attractor of Cath Operation in Laboratory Scale
Iqbal Ali Husni (email:iqbalalihusni@gmail.com)1 Asriyanto2 Aristi Dian Purnama Fitri 2
Mahasiswa PSP FPIK UNDIP¹, Staf Pengajar FPIK UNDIP²
ABSTRAK
Penangkapan ikan pada area terumbu karang perlu menjamin kelestarian sumberdaya hayati karang yang ada. Teknologi penangkapan harus sesuai dengan tingkah laku alami ikan (natural behaviour) yang menjadi target tangkapan terutama pemahaman tentang indera utama ikan khususnya indera penglihatan, pendengaran, penciuman, peraba serrta linea literalis.
Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis frekuensi suara ikan kerapu macan (Epinephelus fuscoguttatus) pada saat makan dan menerapkan playback suara ikan kerapu macan (Epinephelus fuscoguttatus) sebagai pemikat dalam skala laboratorium. Metode yang digunakan adalah metode eksperimental laboratoris dengan pengambilan data meliputi kisaran frekuensi suara yang dikeluarkan pada aktivitas makan di pagi dan sore hari. Data suara dianalisis dengan FFT (Fast Fourier Transform) melalui program Wavelab 5.0a. Pengaruh respon ikan terhadap suara atraktan dianalisa secara deskriptif.
Hasil penelitian menunjukkan suara yang dihasilkan oleh ikan kerapu macan (Epinephelus fuscoguttatus) pada saat makan waktu pagi memiliki kisaran frekuensi antara 10 Hz hingga 440 Hz dengan intensitas rata-rata 59 dB dan pada saat makan waktu sore suara yang dikeluarkan berkisar antara 10 Hz hingga 655 Hz dengan intensitas rata-rata 56 dB. Hasil uji coba playback suara mengindikasikan ikan kerapu macan (Epinephelus fuscoguttatus) tidak merespon terhadap keberadaan atraktan, baik mendekati maupun menjauhi speaker. Keterbatasan organ – organ fisiologis seperti tidak adanya gelembung renang, serta tidak tampak jelasnya gurat sisi diduga sebagai faktor yang menyebabkan kerapu macan (Epinephelus fuscoguttatus) tidak memberikan reaksi terhadap adanya getaran frekuensi suara yang ditimbulkan oleh sumber suara.
Kata kunci: Kerapu Macan, Frekuensi Suara, Atraktan, Respons
ABSTRACT
Fishing in coral reef areas to ensure the sustainability of biological resources that now exist. fishing technologies must comply with the natural behavior of fish is the target strength, especially the understanding of the primary senses of fish, such as sight sense, hearing sense, smell, touch and linea literalis.
The aim of this research were analyzed the sound frequency of Grouper (Epinephelus fuscoguttatus) during feedings and implement playback sound of Grouper (Epinephelus fuscoguttatus) as attractor in laboratory scale. Method of research was experiment laboratories. The primary data including voice frequency range issued on feeding in the morning and evening. Sounds data analyzed by FFT (Fast Fourier Transform) through the software program Wavelab 5.0a. The influence of fish response to the sound attractan analyzed descriptively.
The results showed that is Grouper (Epinephelus fuscoguttatus) at the time of the morning had a frequency range between 10 Hz and 440 Hz with an average intensity of 59 dB and at the evening produced sound ranges from 10 Hz to 655 Hz with an average intensity of 56 dB. Result playback indicated that tiger Grouper (Epinephelus fuscoguttatus) not responded to the attractor. Limitations of the organs such as the absence of swimbladder and lateral line was not clearly suspected as factors causing the Grouper (Epinephelus fuscoguttatus) did not response with sound frequency wich generated by the sound of source.
Keywords: Epinephelus fuscoguttatus, Sound Frequency, Feeding Sounds, Response
Sound Frequency Analysis of Grouper (Epinephelus fuscoguttatus) During Feeding as Attractor of Cath Operation in Laboratory Scale
Iqbal Ali Husni (email:iqbalalihusni@gmail.com)1 Asriyanto2 Aristi Dian Purnama Fitri 2
Mahasiswa PSP FPIK UNDIP¹, Staf Pengajar FPIK UNDIP²
ABSTRAK
Penangkapan ikan pada area terumbu karang perlu menjamin kelestarian sumberdaya hayati karang yang ada. Teknologi penangkapan harus sesuai dengan tingkah laku alami ikan (natural behaviour) yang menjadi target tangkapan terutama pemahaman tentang indera utama ikan khususnya indera penglihatan, pendengaran, penciuman, peraba serrta linea literalis.
Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis frekuensi suara ikan kerapu macan (Epinephelus fuscoguttatus) pada saat makan dan menerapkan playback suara ikan kerapu macan (Epinephelus fuscoguttatus) sebagai pemikat dalam skala laboratorium. Metode yang digunakan adalah metode eksperimental laboratoris dengan pengambilan data meliputi kisaran frekuensi suara yang dikeluarkan pada aktivitas makan di pagi dan sore hari. Data suara dianalisis dengan FFT (Fast Fourier Transform) melalui program Wavelab 5.0a. Pengaruh respon ikan terhadap suara atraktan dianalisa secara deskriptif.
Hasil penelitian menunjukkan suara yang dihasilkan oleh ikan kerapu macan (Epinephelus fuscoguttatus) pada saat makan waktu pagi memiliki kisaran frekuensi antara 10 Hz hingga 440 Hz dengan intensitas rata-rata 59 dB dan pada saat makan waktu sore suara yang dikeluarkan berkisar antara 10 Hz hingga 655 Hz dengan intensitas rata-rata 56 dB. Hasil uji coba playback suara mengindikasikan ikan kerapu macan (Epinephelus fuscoguttatus) tidak merespon terhadap keberadaan atraktan, baik mendekati maupun menjauhi speaker. Keterbatasan organ – organ fisiologis seperti tidak adanya gelembung renang, serta tidak tampak jelasnya gurat sisi diduga sebagai faktor yang menyebabkan kerapu macan (Epinephelus fuscoguttatus) tidak memberikan reaksi terhadap adanya getaran frekuensi suara yang ditimbulkan oleh sumber suara.
Kata kunci: Kerapu Macan, Frekuensi Suara, Atraktan, Respons
ABSTRACT
Fishing in coral reef areas to ensure the sustainability of biological resources that now exist. fishing technologies must comply with the natural behavior of fish is the target strength, especially the understanding of the primary senses of fish, such as sight sense, hearing sense, smell, touch and linea literalis.
The aim of this research were analyzed the sound frequency of Grouper (Epinephelus fuscoguttatus) during feedings and implement playback sound of Grouper (Epinephelus fuscoguttatus) as attractor in laboratory scale. Method of research was experiment laboratories. The primary data including voice frequency range issued on feeding in the morning and evening. Sounds data analyzed by FFT (Fast Fourier Transform) through the software program Wavelab 5.0a. The influence of fish response to the sound attractan analyzed descriptively.
The results showed that is Grouper (Epinephelus fuscoguttatus) at the time of the morning had a frequency range between 10 Hz and 440 Hz with an average intensity of 59 dB and at the evening produced sound ranges from 10 Hz to 655 Hz with an average intensity of 56 dB. Result playback indicated that tiger Grouper (Epinephelus fuscoguttatus) not responded to the attractor. Limitations of the organs such as the absence of swimbladder and lateral line was not clearly suspected as factors causing the Grouper (Epinephelus fuscoguttatus) did not response with sound frequency wich generated by the sound of source.
Keywords: Epinephelus fuscoguttatus, Sound Frequency, Feeding Sounds, Response
Kamis, 18 Maret 2010
Jadwal Seminar
KAMIS, 18 Maret 2010
No | Nama Mahasiswa NIM | Judul Seminar | Pembimbing | Waktu |
1 | Yunita Nefiani Lestari K2C005200 | Tingkatan kelolosan dan selektivitas ikan nila (Oreochromis sp) pada bentuk mata kantong jaring arad dan kecepatan tarik yang berbeda pada uji flume tank | Ir. Asriyanto, MS, DFG Ir. Pramonowibowo, DFG, MPi | 08.00-09.00 |
2 | Agustina Cahyaningsih K2C005133 | Analisis Kelayakan Usaha penangkapan ikan tuna sirip biru (thunnus albacares) dengan alat tangkap pancing rentak (vertical long line) di perairan sendang biru Malang | Ir. Pramonowibowo, DFG, Mpi Ir Bambang Argo Wibowo, MSi | 09.00-10.00 |
3 | 10.00-11.00 | |||
4 | Primasari Kartika Sinaga K2C005178 | Potensi dan tingkat pemanfaatan sumberdaya ikan Cakalang (katsuwonus pelamis)di perairan sendang biru Malang | Ir.Imam Triarso, MSi Ir. Herry Boesono MSi | 11.00-12.00 |
5 | Iqbal Ali Husni | Analisis suara ikan kerapu (epinephelus fuscoguttatus) pada saat makan sebagai atraktan pada operasi penangkapan dalam skala laboratorium | Ir. Asriyanto, MS, DFG Dr Aristi Dian PF, SPi, MSI | 12.00-13.00 |
Kamis, 12 Maret 2009
Rizky Adityo K2C003179
HUBUNGAN SUHU PERMUKAAN LAUT DAN KONSENTRASI KLOROFIL-A TERHADAP HASIL TANGKAPAN TUNA MADIDIHANG (Thunnus albacares) DI SAMUDRA HINDIA
The Relation of Sea Surface Temperature and Clorophyll-a Concentration With Respect to Yellowfin Tuna (Thunnus albacares) Catchment in Indian Ocean
Rizky Adityo1 Agus Suherman2 Herry Boesono2
RINGKASAN
Penyebaran tuna madidihang (Thunnus albacares) sebagai hewan polikilotermik atau ekototermik (suhu tubuhnya dipengaruhi oleh suhu massa air di sekitarnya) identik dengan distribusi suhu perairan, oleh karena itu sebaran suhu permukaan laut dan konsentrasi klorofil-a dapat mempengaruhi distribusi Tuna Madidihang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan suhu permukaan laut dan konsentrasi klorofil-a terhadap hasil tangkapan tuna madidihang di Samudera Hindia yang diproduksi oleh PT Perikanan Nusantara, Benoa, Denpasar, Bali pada tahun 2006. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Data berupa Hook Rate, koordinat tangkapan, dan data citra MODIS. Data citra MODIS diolah dengan software ENVI 4.3. Analisa data yang digunakan adalah analisa korelasi dan regresi linear sederhana untuk mengetahui hubungan dan pengaruh konsentrasi klorofil-a dan suhu permukaan laut terhadap hasil tangkapan Tuna Madidihang (Thunnus albacares). Konsentrasi klorofil-a berpengaruh secara signifikan terhadap Hook Rate tuna madidihang (P < 0,05) dengan hubungan korelasi kuat atau tinggi dan bersifat positif (r = 0,709). Suhu permukaan laut (SPL) berpengaruh secara signifikan terhadap Hook Rate Tuna Madidihang (P < 0,05) dengan hubungan korelasi lemah atau rendah tetapi hubungannya pasti ada dan bersifat negative (r = -0,286).
Kata Kunci : Tuna madidihang, Citra MODIS, Hook Rate
ABSTRACT
Distributions of yellowfin tuna (Thunnus albacares) as a polikilotherm or ekototherm (their body thermal are influenced by water mass temperature in that environs) as waters temperature distribution, therefore that spread of sea surface temperature and chlorophyll-a concentration can to influence yellowfin tuna distributions. The purposes of this researchis to know the differences of sea surface temperature and chlorophyll-a concentration influence with respect to yellowfin tuna catchment in Indian Ocean wich produced by PT Perikanan Nusantara, Benoa, Denpasar, Bali in 2006. This research used description method. This research used hook rate data, catchment coordinate, and MODIS image data. MODIS image data are processed by ENVI 4.3 software. Data analyse are used correlation analysis and simple linear regression to know the influence and relation of sea surface temperature and chlorophyll-a concentration with respect to yellowfin tuna catchment. Clorophyll-a concentration are significant influential with yellowfin tuna’s hook rate (P<0,05) with strength correlation relation and have the character of positive relation (r = 0,709). Sea surface temperature are significant influential with yellowfin tuna’s hook rate (P<0,05) with low correlation but the relation are surely there and have the character of negative relation (r = -0,286).
Keyword : Yellowfin tuna, MODIS image data, Hook Rate
1Mahasiswa PS PSP FPIK Undip (bulkidut@yahoo.com)
2Staf pengajar FPIK Undip
The Relation of Sea Surface Temperature and Clorophyll-a Concentration With Respect to Yellowfin Tuna (Thunnus albacares) Catchment in Indian Ocean
Rizky Adityo1 Agus Suherman2 Herry Boesono2
RINGKASAN
Penyebaran tuna madidihang (Thunnus albacares) sebagai hewan polikilotermik atau ekototermik (suhu tubuhnya dipengaruhi oleh suhu massa air di sekitarnya) identik dengan distribusi suhu perairan, oleh karena itu sebaran suhu permukaan laut dan konsentrasi klorofil-a dapat mempengaruhi distribusi Tuna Madidihang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan suhu permukaan laut dan konsentrasi klorofil-a terhadap hasil tangkapan tuna madidihang di Samudera Hindia yang diproduksi oleh PT Perikanan Nusantara, Benoa, Denpasar, Bali pada tahun 2006. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Data berupa Hook Rate, koordinat tangkapan, dan data citra MODIS. Data citra MODIS diolah dengan software ENVI 4.3. Analisa data yang digunakan adalah analisa korelasi dan regresi linear sederhana untuk mengetahui hubungan dan pengaruh konsentrasi klorofil-a dan suhu permukaan laut terhadap hasil tangkapan Tuna Madidihang (Thunnus albacares). Konsentrasi klorofil-a berpengaruh secara signifikan terhadap Hook Rate tuna madidihang (P < 0,05) dengan hubungan korelasi kuat atau tinggi dan bersifat positif (r = 0,709). Suhu permukaan laut (SPL) berpengaruh secara signifikan terhadap Hook Rate Tuna Madidihang (P < 0,05) dengan hubungan korelasi lemah atau rendah tetapi hubungannya pasti ada dan bersifat negative (r = -0,286).
Kata Kunci : Tuna madidihang, Citra MODIS, Hook Rate
ABSTRACT
Distributions of yellowfin tuna (Thunnus albacares) as a polikilotherm or ekototherm (their body thermal are influenced by water mass temperature in that environs) as waters temperature distribution, therefore that spread of sea surface temperature and chlorophyll-a concentration can to influence yellowfin tuna distributions. The purposes of this researchis to know the differences of sea surface temperature and chlorophyll-a concentration influence with respect to yellowfin tuna catchment in Indian Ocean wich produced by PT Perikanan Nusantara, Benoa, Denpasar, Bali in 2006. This research used description method. This research used hook rate data, catchment coordinate, and MODIS image data. MODIS image data are processed by ENVI 4.3 software. Data analyse are used correlation analysis and simple linear regression to know the influence and relation of sea surface temperature and chlorophyll-a concentration with respect to yellowfin tuna catchment. Clorophyll-a concentration are significant influential with yellowfin tuna’s hook rate (P<0,05) with strength correlation relation and have the character of positive relation (r = 0,709). Sea surface temperature are significant influential with yellowfin tuna’s hook rate (P<0,05) with low correlation but the relation are surely there and have the character of negative relation (r = -0,286).
Keyword : Yellowfin tuna, MODIS image data, Hook Rate
1Mahasiswa PS PSP FPIK Undip (bulkidut@yahoo.com)
2Staf pengajar FPIK Undip
Aditya Pradipta K2C003132
EFEKTIVITAS KUALITAS PELAYANAN INDUSTRI PERIKANAN
DI PELABUHAN PERIKANAN NUSANTARA PRIGI KABUPATEN TRENGGALEK
JAWA TIMUR
Aditya Pradipta1 Abdul Rosyid2 Herry Boesono2
arancanopy@yahoo.com
RINGKASAN
Pelabuhan Perikanan Nusantara Prigi mempunyai potensi yang sangat besar untuk menjadi pelabuhan samudera, dari segi lokasi, kondisi alam, serta dari segi jenis ikan yang umumnya merupakan komoditas ekspor. Salah satu bentuk pelayanan yang mempunyai peranan penting dalam dunia perikanan, khususnya perikanan laut adalah tersedianya pelayanan jasa pelabuhan perikanan. Penelitian mengenai efektivitas kualitas pelayanan industri perikanan di PPN Prigi ini mencoba menguraikan kondisi dan kualitas pelayanan yang ada di PPN Prigi. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui efektivitas kualitas pelayanan industri perikanan dan tingkat kesesuaian antara kinerja dan tingkat kepentingan unsur pelayanan di PPN Prigi, Kabupaten Trenggalek dengan menggunakan IKM sebagai alat analisanya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian survey deskriptif untuk menggambarkan gejala sosial tertentu. Adapun gejala sosial yang diteliti dalam penelitian ini adalah deskripsi mengenai bagaimana kinerja dari organisasi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, yang dilakukan dengan pengukuran Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) sesuai dengan ketentuan Kepmenpan No 25 Tahun 2004 tentang pedoman umum penyusunan indeks kepuasan masyarakat unit pelayanan instansi pemerintah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas pelayanan industri di PPN Prigi memiliki nilai IKM 68, mutu pelayanan B dan kinerja unit pelayanan baik. Sedangkan tingkat kesesuaian antara kinerja dan tingkat kepentingan unsur pelayanan di PPN Prigi adalah sebesar 86,99% dan kinerja unit pelayanan “Sangat Baik”. Unsur yang memiliki kesesuian tertinggi adalah kepastian biaya pelayanan dengan tingkat kesesuaian 99%, dan unsur yang memiliki kesesuaian terendah adalah keamanan pelayanan dengan tingkat kesesuaian 73,82%.
Kata kunci: Pelabuhan Perikanan Nusantara Prigi, Kualitas pelayanan, Indeks Kepuasan Masyarakat
ABSTRACT
Archipelagic Fisheries Harbor of Prigi (PPN Prigi) has a very big potention for being ocean harbor, because of location factor, geography factor, and also the many kind of fish factor that commonly it becomes export commodities. This research about service quality effectiveness of fisheries industry at PPN Prigi, will explain about condition and service quality at PPN Prigi. The aims of this research are knowing service quality effectiveness of fisheries industry and measuring the level of balance between the effectiveness and importance level of service substances at PPN Prigi, by using society satisfaction index (IKM) as analysis tool. This research used descriptive survey as its method. It was done because this research describe about certain social symptom. Social symptom that researched in this research is description about how the effectiveness of work in giving service to society that measured by IKM measurement, according to Kepmenpan number 24/2004, about composing guidelines of society satisfaction index at unit of service in the government instance. This result of this research show that service quality of industry at PPN Prigi is 68 as its IKM rate, quality of service is B and the effectiveness of work at unit service is “Good”. While the level of balance between effectiveness of work and important level of service subtances at PPN Prigi are about 86,99% and the effectiveness unit of service is “Very good”. Substances that has the higest balance is the certainty of service cost (99%), and substances that has the lowest balance is service security (73,82%).
Keyword: Archipelagic Fisheries Harbor of Prigi, service quality, society satisfaction index
1 Mahasiswa PS PSP FPIK Undip
2 Staf pengajar FPIK Undip
DI PELABUHAN PERIKANAN NUSANTARA PRIGI KABUPATEN TRENGGALEK
JAWA TIMUR
Aditya Pradipta1 Abdul Rosyid2 Herry Boesono2
arancanopy@yahoo.com
RINGKASAN
Pelabuhan Perikanan Nusantara Prigi mempunyai potensi yang sangat besar untuk menjadi pelabuhan samudera, dari segi lokasi, kondisi alam, serta dari segi jenis ikan yang umumnya merupakan komoditas ekspor. Salah satu bentuk pelayanan yang mempunyai peranan penting dalam dunia perikanan, khususnya perikanan laut adalah tersedianya pelayanan jasa pelabuhan perikanan. Penelitian mengenai efektivitas kualitas pelayanan industri perikanan di PPN Prigi ini mencoba menguraikan kondisi dan kualitas pelayanan yang ada di PPN Prigi. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui efektivitas kualitas pelayanan industri perikanan dan tingkat kesesuaian antara kinerja dan tingkat kepentingan unsur pelayanan di PPN Prigi, Kabupaten Trenggalek dengan menggunakan IKM sebagai alat analisanya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian survey deskriptif untuk menggambarkan gejala sosial tertentu. Adapun gejala sosial yang diteliti dalam penelitian ini adalah deskripsi mengenai bagaimana kinerja dari organisasi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, yang dilakukan dengan pengukuran Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) sesuai dengan ketentuan Kepmenpan No 25 Tahun 2004 tentang pedoman umum penyusunan indeks kepuasan masyarakat unit pelayanan instansi pemerintah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas pelayanan industri di PPN Prigi memiliki nilai IKM 68, mutu pelayanan B dan kinerja unit pelayanan baik. Sedangkan tingkat kesesuaian antara kinerja dan tingkat kepentingan unsur pelayanan di PPN Prigi adalah sebesar 86,99% dan kinerja unit pelayanan “Sangat Baik”. Unsur yang memiliki kesesuian tertinggi adalah kepastian biaya pelayanan dengan tingkat kesesuaian 99%, dan unsur yang memiliki kesesuaian terendah adalah keamanan pelayanan dengan tingkat kesesuaian 73,82%.
Kata kunci: Pelabuhan Perikanan Nusantara Prigi, Kualitas pelayanan, Indeks Kepuasan Masyarakat
ABSTRACT
Archipelagic Fisheries Harbor of Prigi (PPN Prigi) has a very big potention for being ocean harbor, because of location factor, geography factor, and also the many kind of fish factor that commonly it becomes export commodities. This research about service quality effectiveness of fisheries industry at PPN Prigi, will explain about condition and service quality at PPN Prigi. The aims of this research are knowing service quality effectiveness of fisheries industry and measuring the level of balance between the effectiveness and importance level of service substances at PPN Prigi, by using society satisfaction index (IKM) as analysis tool. This research used descriptive survey as its method. It was done because this research describe about certain social symptom. Social symptom that researched in this research is description about how the effectiveness of work in giving service to society that measured by IKM measurement, according to Kepmenpan number 24/2004, about composing guidelines of society satisfaction index at unit of service in the government instance. This result of this research show that service quality of industry at PPN Prigi is 68 as its IKM rate, quality of service is B and the effectiveness of work at unit service is “Good”. While the level of balance between effectiveness of work and important level of service subtances at PPN Prigi are about 86,99% and the effectiveness unit of service is “Very good”. Substances that has the higest balance is the certainty of service cost (99%), and substances that has the lowest balance is service security (73,82%).
Keyword: Archipelagic Fisheries Harbor of Prigi, service quality, society satisfaction index
1 Mahasiswa PS PSP FPIK Undip
2 Staf pengajar FPIK Undip
WIDIE PRASTOMO K2C003190
Revitalisasi Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap untuk Peningkatan Produksi
Revitalisation of Cilacap International Ocean Fishery Harbour to Increase Production
Widie Prastomo1 Abdul Rosyid2 Herry Boesono2
prastomo_w@yahoo.com hboesono@yahoo.com
RINGKASAN
Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap merupakan salah satu kawasan alternatif sebagai pusat pengembangan perikanan di Pantai Selatan Jawa, mengingat posisi dan kondisi geografis yang baik, akan tetapi menunjukan produksi penangkapan ikan yang terus menurun sejak diresmikan menjadi Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap pada tahun 2001. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui kondisi fasilitas pelabuhan dan permasalahannya serta menyusun konsep revitalisasi Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap untuk peningkatan produksi. Penelitian ini menggunakan metode survey dan metode pengumpulan berupa data primer dan sekunder. Analisa data menggunakan analisa estimasi terhadap variabel jumlah produksi, jumlah kunjungan kapal dan kebutuhan perbekalan kapal; analisa tingkat pemanfaatan fasilitas; dan metode SWOT untuk menentukan strategi revitalisasi serta AHP untuk menentukan prioritas strateginya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa estimasi produksi, kunjungan kapal serta kebutuhan perbekalan kapal (air, es dan BBM) menunjukkan trend naik, sedangkan tingkat pemanfaatan fasilitas pelabuhan masih rendah. Alternatif strategi revitalisasi PPS Cilacap untuk peningkatan produksi adalah strategi W-O (weakness-opportunity). Dengan urutan prioritas, pertama: mengoptimalkan kolam baru dengan berbagai fasilitas fungsional dan penunjangnya yang bisa dijadikan tempat berlabuh kapal 100 – 200 GT (0,303), kedua: menyelesaikan permasalahan serta memelihara kedalaman alur maupun kolam pelabuhan melalui pengerukan berkala dan tuntas (0,279), ketiga: memfungsikan kembali tempat pelelangan ikan dengan pelaksanaan aturan lelang yang benar serta pelaksanaan lelang murni atas semua produk pendaratan(0,248), keempat: melakukan pembinaan kelompok usaha bersama nelayan penangkap ikan serta wanita nelayan dalam rangka peningkatan mutu serta diversifikasi produk olahan hasil perikanan (0,170).
Kata kunci: Pelabuhan, Revitalisasi, Strategi.
ABSTRACT
Cilacap International Ocean Fishery Harbour is one of the alternative areas for fishery development in South Java, caused a good position and geographical condition. However, production of fishing was decrease since 2001. Intention of this research is to know of port facility condition and problems, also compile the concept of revitalisation of the port. The data in this research collected from questionair and statistical data in the port. The data analysed by estimation of amount of the production, the number of ship arrived and requirement of the ship; analysed the level of facility exploiting. To determined the revitalisation strategic used SWOT and AHP used to determined the priority of the strategic. The result indicated that estimation of the production, ship arrived and requirement of the ship is increase. Meanwhile, the level of exploiting of the port facility is still in the low level. Priority of the revitalization strategic is: first, optimalized the pool with various functional facility and its support to make it can be moorage by ship which 100 GT to 200 GT weight (0,303); second, keep the deepness of groove and pool of port with a periodic dredging (0,279); third, refunctioned the TPI with the real correct auction act and also pure auction execution to the landed product (0,248); fourth, constructed the fishermen group and their women to increased the quality of the product and diversification of the fishery product (0,170).
Keyword: Port, Revitalisation, Strategy
Revitalisation of Cilacap International Ocean Fishery Harbour to Increase Production
Widie Prastomo1 Abdul Rosyid2 Herry Boesono2
prastomo_w@yahoo.com hboesono@yahoo.com
RINGKASAN
Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap merupakan salah satu kawasan alternatif sebagai pusat pengembangan perikanan di Pantai Selatan Jawa, mengingat posisi dan kondisi geografis yang baik, akan tetapi menunjukan produksi penangkapan ikan yang terus menurun sejak diresmikan menjadi Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap pada tahun 2001. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui kondisi fasilitas pelabuhan dan permasalahannya serta menyusun konsep revitalisasi Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap untuk peningkatan produksi. Penelitian ini menggunakan metode survey dan metode pengumpulan berupa data primer dan sekunder. Analisa data menggunakan analisa estimasi terhadap variabel jumlah produksi, jumlah kunjungan kapal dan kebutuhan perbekalan kapal; analisa tingkat pemanfaatan fasilitas; dan metode SWOT untuk menentukan strategi revitalisasi serta AHP untuk menentukan prioritas strateginya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa estimasi produksi, kunjungan kapal serta kebutuhan perbekalan kapal (air, es dan BBM) menunjukkan trend naik, sedangkan tingkat pemanfaatan fasilitas pelabuhan masih rendah. Alternatif strategi revitalisasi PPS Cilacap untuk peningkatan produksi adalah strategi W-O (weakness-opportunity). Dengan urutan prioritas, pertama: mengoptimalkan kolam baru dengan berbagai fasilitas fungsional dan penunjangnya yang bisa dijadikan tempat berlabuh kapal 100 – 200 GT (0,303), kedua: menyelesaikan permasalahan serta memelihara kedalaman alur maupun kolam pelabuhan melalui pengerukan berkala dan tuntas (0,279), ketiga: memfungsikan kembali tempat pelelangan ikan dengan pelaksanaan aturan lelang yang benar serta pelaksanaan lelang murni atas semua produk pendaratan(0,248), keempat: melakukan pembinaan kelompok usaha bersama nelayan penangkap ikan serta wanita nelayan dalam rangka peningkatan mutu serta diversifikasi produk olahan hasil perikanan (0,170).
Kata kunci: Pelabuhan, Revitalisasi, Strategi.
ABSTRACT
Cilacap International Ocean Fishery Harbour is one of the alternative areas for fishery development in South Java, caused a good position and geographical condition. However, production of fishing was decrease since 2001. Intention of this research is to know of port facility condition and problems, also compile the concept of revitalisation of the port. The data in this research collected from questionair and statistical data in the port. The data analysed by estimation of amount of the production, the number of ship arrived and requirement of the ship; analysed the level of facility exploiting. To determined the revitalisation strategic used SWOT and AHP used to determined the priority of the strategic. The result indicated that estimation of the production, ship arrived and requirement of the ship is increase. Meanwhile, the level of exploiting of the port facility is still in the low level. Priority of the revitalization strategic is: first, optimalized the pool with various functional facility and its support to make it can be moorage by ship which 100 GT to 200 GT weight (0,303); second, keep the deepness of groove and pool of port with a periodic dredging (0,279); third, refunctioned the TPI with the real correct auction act and also pure auction execution to the landed product (0,248); fourth, constructed the fishermen group and their women to increased the quality of the product and diversification of the fishery product (0,170).
Keyword: Port, Revitalisation, Strategy
NANDA AGUNG PRATAMA K2C004178
ANALISA KELAYAKAN USAHA PENANGKAPAN
IKAN TUNA DENGAN ALAT TANGKAP LONG-LINE
DI PELABUHAN PERIKANAN SAMUDERA (PPS) CILACAP
Nanda Agung Pratama*), Azis Nur Bambang**) dan Herry Boesono **).
e-mail : nando_dextern@yahoo.co.id
ABSTRAK
Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap merupakan Pelabuhan Perikanan yang terbesar di pulau Jawa, mengingat Kabupaten Cilacap sebagai penghasil udang dan ikan tuna yang terbanyak di selatan Pulau Jawa Tengah.. Ikan tuna adalah salah satu komoditas hasil perikanan laut unggulan di Cilacap. Usaha penangkapan ikan tuna dilakukan nelayan dengan menggunakan alat tangkap Longline di sekitar samudera Hindia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aspek teknis dari alat tangkap Longline, serta aspek ekonomi yang mengkaji tentang permodalan, pembiayaan, penerimaan dan menganalisa kelayakan usaha penangkapan ikan tuna dengan alat tangkap Longline. Materi yang menjadi objek penelitian ini adalah kegiatan usaha penangkapan ikan tuna dengan alat tangkap Long line di Cilacap. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan metode deskriptif yang bersifat studi kasus. Dan pengumpulan data dengan cara observasi, wawancara dan studi pustaka. Hasil dari penelitian ini adalah usaha penangkapan Long line pada ukuran kapal 21-30 GT, modal rata-ratanya adalah sebesar Rp. 645.641.467; rata-rata biaya tetap sebesar Rp. 24.617.293; rata-rata biaya tidak tetap sebesar Rp. 762.448.066; modal rata-rata penerimaan sebesar Rp. 1.113.969.385; rata-rata NPV-nya sebesar Rp. 516.035.816,36; rata-rata nilai IRR sebesar 25,94%; rata-rata B/C ratio sebesar 1,76; dan rata-rata PP sebesar 4,47 tahun. Sedangkan pada ukuran kapal 31-50 GT, rata-rata modalnya adalah sebesar Rp. 786.976.570; rata-rata biaya tetap sebesar Rp. 27.248.153; rata-rata biaya tidak tetap sebesar Rp. 834.015.503; rata-rata penerimaan sebesar Rp. 1.232.868.758; rata-rata NPV-nya sebesar Rp. Rp 570.530.049,51; rata-rata nilai IRR sebesar 25,018%; rata-rata B/C ratio sebesar 1,703; dan rata-rata PP sebesar 4,61 tahun.
Kata Kunci : Kelayakan usaha, penangkapan, ikan tuna, Long line, Cilacap
ABSTRACT
Cilacap fishing port is one of the biggest fishing port in Java., known that Cilacap is the most produce shrimp and tuna in Central Java. Tuna is one of the important fisery commodity in Cilacap. Tunas fishery is operated by fisherman using Longline at Hindia Ocean. This research was aimed to known the technically of Longline, economical which learn about the capital, cost, benefit and to analyse financial feasibility of tunas fishery. The material object of this reasech is tunas catching effort that mainly using Longline in Cilacap. The method that used in this reaserch is descriptive method which character is about case study. Data were collected by observation, interview, and literature. The result of this research is, at 21-30 GT vessel this effort has capital about Rp.645.641.467; fixed cost about Rp. 24.617.293; operational cost about Rp. 762.448.066; benefit about Rp. 1.113.969.385; NPV about Rp. 516.035.816,36; IRR about 25,94%; B/C ratio about 1,76; and PP about 4,47 years. While at 31-50 GT vessel, has capital abaout Rp.789.967.570; fixed cost about Rp. 27.248.153; operational cost about Rp. 834.015.503; benefit about Rp. 1.232.868.758; NPV about Rp. 570.530.049,51; IRR about 25,018%; B/C ratio about 1,703; and PP about 4,61 years.
Key Word : Feasibility study, catching, Tuna, Longline, Cilacap
*) Mahasiswa PSP FPIK UNDIP, **) Staf Pengajar PSP FPIK UNDIP
IKAN TUNA DENGAN ALAT TANGKAP LONG-LINE
DI PELABUHAN PERIKANAN SAMUDERA (PPS) CILACAP
Nanda Agung Pratama*), Azis Nur Bambang**) dan Herry Boesono **).
e-mail : nando_dextern@yahoo.co.id
ABSTRAK
Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap merupakan Pelabuhan Perikanan yang terbesar di pulau Jawa, mengingat Kabupaten Cilacap sebagai penghasil udang dan ikan tuna yang terbanyak di selatan Pulau Jawa Tengah.. Ikan tuna adalah salah satu komoditas hasil perikanan laut unggulan di Cilacap. Usaha penangkapan ikan tuna dilakukan nelayan dengan menggunakan alat tangkap Longline di sekitar samudera Hindia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aspek teknis dari alat tangkap Longline, serta aspek ekonomi yang mengkaji tentang permodalan, pembiayaan, penerimaan dan menganalisa kelayakan usaha penangkapan ikan tuna dengan alat tangkap Longline. Materi yang menjadi objek penelitian ini adalah kegiatan usaha penangkapan ikan tuna dengan alat tangkap Long line di Cilacap. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan metode deskriptif yang bersifat studi kasus. Dan pengumpulan data dengan cara observasi, wawancara dan studi pustaka. Hasil dari penelitian ini adalah usaha penangkapan Long line pada ukuran kapal 21-30 GT, modal rata-ratanya adalah sebesar Rp. 645.641.467; rata-rata biaya tetap sebesar Rp. 24.617.293; rata-rata biaya tidak tetap sebesar Rp. 762.448.066; modal rata-rata penerimaan sebesar Rp. 1.113.969.385; rata-rata NPV-nya sebesar Rp. 516.035.816,36; rata-rata nilai IRR sebesar 25,94%; rata-rata B/C ratio sebesar 1,76; dan rata-rata PP sebesar 4,47 tahun. Sedangkan pada ukuran kapal 31-50 GT, rata-rata modalnya adalah sebesar Rp. 786.976.570; rata-rata biaya tetap sebesar Rp. 27.248.153; rata-rata biaya tidak tetap sebesar Rp. 834.015.503; rata-rata penerimaan sebesar Rp. 1.232.868.758; rata-rata NPV-nya sebesar Rp. Rp 570.530.049,51; rata-rata nilai IRR sebesar 25,018%; rata-rata B/C ratio sebesar 1,703; dan rata-rata PP sebesar 4,61 tahun.
Kata Kunci : Kelayakan usaha, penangkapan, ikan tuna, Long line, Cilacap
ABSTRACT
Cilacap fishing port is one of the biggest fishing port in Java., known that Cilacap is the most produce shrimp and tuna in Central Java. Tuna is one of the important fisery commodity in Cilacap. Tunas fishery is operated by fisherman using Longline at Hindia Ocean. This research was aimed to known the technically of Longline, economical which learn about the capital, cost, benefit and to analyse financial feasibility of tunas fishery. The material object of this reasech is tunas catching effort that mainly using Longline in Cilacap. The method that used in this reaserch is descriptive method which character is about case study. Data were collected by observation, interview, and literature. The result of this research is, at 21-30 GT vessel this effort has capital about Rp.645.641.467; fixed cost about Rp. 24.617.293; operational cost about Rp. 762.448.066; benefit about Rp. 1.113.969.385; NPV about Rp. 516.035.816,36; IRR about 25,94%; B/C ratio about 1,76; and PP about 4,47 years. While at 31-50 GT vessel, has capital abaout Rp.789.967.570; fixed cost about Rp. 27.248.153; operational cost about Rp. 834.015.503; benefit about Rp. 1.232.868.758; NPV about Rp. 570.530.049,51; IRR about 25,018%; B/C ratio about 1,703; and PP about 4,61 years.
Key Word : Feasibility study, catching, Tuna, Longline, Cilacap
*) Mahasiswa PSP FPIK UNDIP, **) Staf Pengajar PSP FPIK UNDIP
Naylan Nugroho K2C003167
HUBUNGAN TINGGI MUKA AIR LAUT DAN ARUS GEOSTROPIK TERHADAP HASIL TANGKAPAN TUNA MADIDIHANG (Thunnus albacares) DI SAMUDERA HINDIA
The Relation of Sea Surface Height and Geostropic Current With Respect to Yellowfin Tuna (Thunnus albacares) Catchment in Indian Ocean
Naylan Nugroho1 Herry Boesono2 Agus Suherman2
RINGKASAN
Penyebaran Tuna Madidihang (Thunnus albacares) sebagai hewan yang cenderung berkumpul pada kondisi lingkungan tertentu seperti adanya upwelling dan dinamika arus pusaran (eddy) secara umum dapat mempengaruhi distribusi, migrasi dan kelimpahan ikan tuna. Sehingga tinggi muka laut dan arus geostropik dapat mempengaruhi faktor lingkungan tuna tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan tinggi muka laut dan arus geostropik terhadap hasil tangkapan tuna madidihang di Samudera Hindia yang diproduksi oleh PT Perikanan Nusantara, Benoa, Denpasar, Bali pada tahun 2006. Penelitian ini mengunakan metode deskriptif. Data berupa Hook Rate, koordinat tangkapan, dan data citra TOPEX/POSEIDON. Data citra TOPEX/POSEIDON diolah dengan software Ocean Data View (ODV). Analisa data yang digunakan adalah analisa korelasi dan regresi liniear sederhana untuk mengetahui hubungan dan pengaruh tinggi muka laut dan arus geostropik terhadap hasil tangkapan tuna madidihang (Thunnus albacares). Tinggi muka laut berpengaruh secara signifikan terhadap Hook Rate tuna madidihang (P < 0,05) dengan hubungan korelasi lemah atau rendah tetapi hubungannya pasti ada dan bersifat negatif. Arus geostropik tidak berpengaruh secara signifikan terhadap Hook Rate tuna madidihang (P > 0,05) dengan hubungan sangat rendah atau lemah sekali dan bersifat negatif.
Kata Kunci : Tuna madidihang, Citra TOPEX/POSEIDON, Hook Rate
ABSTRACT
Distribution of yellowfin tuna (Thunnus albacares) as the shoaling fish in certain environment ccondition such as upwelling and dinamic eddy current (eddy) according to can influenced distribution, migration and tuna stock density. So sea surface height and geostrophic current can infuence the tuna environment factor. The purposes of this research is to know the differences of sea surface height and geostrophic current with respect to yellowfin tuna catchment in Indian Ocean wich produced by PT Perikanan Nusantara, Benoa, Denpasar, Bali in 2006. This research used description method. This research used hook rate data, catchment coordinate, and TOPEX/POSEIDON image data. TOPEX/POSEIDON image data are processed by Ocean Data View (ODV) software. Data analyse are used correlation analysis and simple linear regression to know the influence and relation of sea surface height and geostrophic current with respect to yellowfin tuna catchment. Sea surface height are significant infuential with yellowfin tuna’s hook rate (P < 0,05) with low correlation but the relation are surely there and have the character of negative relation. Geostrophic current aren’t significant influential with yellowfin tuna’s hook rate (P > 0,05) with low relation and the character of negative.
Keyword : Yellowfin tuna, TOPEX/POSEIDON image data, Hook Rate
1Mahasiswa PS PSP FPIK Undip (nnaylan@yahoo.com)
2Staf pngajar FPIK Undip
The Relation of Sea Surface Height and Geostropic Current With Respect to Yellowfin Tuna (Thunnus albacares) Catchment in Indian Ocean
Naylan Nugroho1 Herry Boesono2 Agus Suherman2
RINGKASAN
Penyebaran Tuna Madidihang (Thunnus albacares) sebagai hewan yang cenderung berkumpul pada kondisi lingkungan tertentu seperti adanya upwelling dan dinamika arus pusaran (eddy) secara umum dapat mempengaruhi distribusi, migrasi dan kelimpahan ikan tuna. Sehingga tinggi muka laut dan arus geostropik dapat mempengaruhi faktor lingkungan tuna tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan tinggi muka laut dan arus geostropik terhadap hasil tangkapan tuna madidihang di Samudera Hindia yang diproduksi oleh PT Perikanan Nusantara, Benoa, Denpasar, Bali pada tahun 2006. Penelitian ini mengunakan metode deskriptif. Data berupa Hook Rate, koordinat tangkapan, dan data citra TOPEX/POSEIDON. Data citra TOPEX/POSEIDON diolah dengan software Ocean Data View (ODV). Analisa data yang digunakan adalah analisa korelasi dan regresi liniear sederhana untuk mengetahui hubungan dan pengaruh tinggi muka laut dan arus geostropik terhadap hasil tangkapan tuna madidihang (Thunnus albacares). Tinggi muka laut berpengaruh secara signifikan terhadap Hook Rate tuna madidihang (P < 0,05) dengan hubungan korelasi lemah atau rendah tetapi hubungannya pasti ada dan bersifat negatif. Arus geostropik tidak berpengaruh secara signifikan terhadap Hook Rate tuna madidihang (P > 0,05) dengan hubungan sangat rendah atau lemah sekali dan bersifat negatif.
Kata Kunci : Tuna madidihang, Citra TOPEX/POSEIDON, Hook Rate
ABSTRACT
Distribution of yellowfin tuna (Thunnus albacares) as the shoaling fish in certain environment ccondition such as upwelling and dinamic eddy current (eddy) according to can influenced distribution, migration and tuna stock density. So sea surface height and geostrophic current can infuence the tuna environment factor. The purposes of this research is to know the differences of sea surface height and geostrophic current with respect to yellowfin tuna catchment in Indian Ocean wich produced by PT Perikanan Nusantara, Benoa, Denpasar, Bali in 2006. This research used description method. This research used hook rate data, catchment coordinate, and TOPEX/POSEIDON image data. TOPEX/POSEIDON image data are processed by Ocean Data View (ODV) software. Data analyse are used correlation analysis and simple linear regression to know the influence and relation of sea surface height and geostrophic current with respect to yellowfin tuna catchment. Sea surface height are significant infuential with yellowfin tuna’s hook rate (P < 0,05) with low correlation but the relation are surely there and have the character of negative relation. Geostrophic current aren’t significant influential with yellowfin tuna’s hook rate (P > 0,05) with low relation and the character of negative.
Keyword : Yellowfin tuna, TOPEX/POSEIDON image data, Hook Rate
1Mahasiswa PS PSP FPIK Undip (nnaylan@yahoo.com)
2Staf pngajar FPIK Undip
Adie Pitoyo Tri Admojo K2C003131
SISTEM INFORMASI PELABUHAN PERIKANAN DENGAN WEB PUBLISHER DI PELABUHAN PERIKANAN PANTAI (PPP) PENGAMBENGAN, KABUPATEN JEMBRANA BALI
1 Adie Pitoyo Tri Admojo 2 Asriyanto 2 Abdul Rosyid
RINGKASAN
Kabupaten Jembrana adalah satu dari 9 Kabupaten dan Kota yang ada di Propinsi Bali, terletak di belahan paling barat dari pulau Bali. Luas wilayah Jembrana 84,180 Km2 atau 14,96% dari luas wilayah pulau Bali. Di sektor perikanan, produksi perikanan laut Jembrana adalah yang terbesar di Bali. Kabupaten Jembrana berbatasan dengan Samudra Hindia dan didukung oleh luas pantai sekitar 999 mil dan panjang pantai 76 km. Komoditi ikan laut yang diandalkan adalah ikan Lemuru (Sardinella fibriata), selain itu terdapat juga ikan Tongkol, Layang, Kuwe, Kerapu, Kakap, dan lainnya. Karena didukung dengan ketersediaan bahan baku yang melimpah, maka diperlukan adanya suatu sistem yang memberikan informasi mengenai perikanan tangkap sebagai bahan pertimbangan kebijakan dan kegiatan perekonomian terutama PPP Pengambengan sebagai penyedia layanan utama bagi kegiatan perikanan di kabupaten Jembrana.
Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh data primer mengenai tingkat pemanfaatan fasilitas, gambaran umum PPP Pengambengan dan data sekunder mengenai produksi ikan hasil tangkapan (berdasarkan jenis ikan, jumlah per trip/ bulan/ tahun) dan harga ikan, memperoleh informasi mengenai sarana penangkapan ikan (kapal, alat tangkap, dan alat bantunya) dan prasarana, memperoleh informasi mengenai sistem pelayanan yang ada di PPP Pengambengan, merancang suatu Sistem Informasi Pelabuhan Perikanan dalam bentuk web dengan Microsoft Office Publisher 2007 untuk PPP Pengambengan, di Kabupaten Jembrana, Bali.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif survey bersifat studi kasus dan lapangan, sedangkan pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi (survey lapangan), wawancara dan studi pustaka. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari - Maret 2008.
Hasil penelitian ini adalah mendapatkan Sistem Informasi Pelabuhan Perikanan Pantai Pengambengan (SIPENGAN) yang menyajikan informasi tentang pelabuhan, kapal dan alat tangkap, sumberdaya ikan, pemasaran dan investasi, operasional, prasarana, kelembagaan, dan berita terkini. Dalam perancangan sistem ini menggunakan software Microsoft Office Publisher 2007 sebagai tampilan visual, xampplite sebagai web server dan Mozilla Firefox sebagai sistem pengoperasian.
Kata-kata Kunci : Kabupaten Jembrana, PPP Pengambengan, Sistem Informasi, Microsoft Office Publisher 2007
SUMMARY
Jembrana Regency was one of nine regencies/cities in Bali province, located at the west of Bali island. Wide area of Jembrana Regency is about 84,180 km2 or 14,96 % of Bali island. At fishery sector, the marine fishery production of Jembrana Regency was the biggest on Bali. Jembrana Regency was in line borders with Hindia Ocean and supported by coast about 999 mile long and shore line about 76 km. The commodity of sea fishery that count on is Lemuru, besides that also tongkol, layang, kuwe, kerapu, kakap, etc. Because supported by a lot of raw material, so it needs a system consciousness in giving information concerning catching fishery as the policy consideration material and economic activity especially Pengambengan fishing port as the provider of the main service to the fisheries activity at Jembrana regency.
This research intended to get primary data about the usage of facilities, common description of PPP Pengambengan and secondary data about production of the fishery result (based on the species, amount of trip/month/year) and fish price, to get information about fishing operation equipment (vessel, fishing gear, and it’s auxiliaries) and it’s supporting facilities, to get information about service system on Pengambengan fishing port, design a fishing port information sytem on a web form using Microsoft Office Publisher 2007 for Pengambengan fishing port at Jembrana regency, Bali.
This research method was used a descriptive survey method have the quality case study and field, where as data collected by observation (field survey), interview and library study. This research executed on Februari – March 2008.
This research result was obtained Pengambengan fishing port information system (SIPENGAN) which provide information about fishing port, vessel and fishing gear, fishing resources, marketing and invest, operational, facilities, structural, and latest news. On the design of this system was using software Microsoft Office Publisher 2007 as visual display, xampplite as web server, and Mozilla Firefox as the operating system.
1 Mahasiswa PS PSP FPIK Undip
2 Staf pengajar FPIK Undip
Keywords : Jembrana Regency, Pengambengan fishing port, Information System, Microsoft Office Publisher 2007
1 Adie Pitoyo Tri Admojo 2 Asriyanto 2 Abdul Rosyid
RINGKASAN
Kabupaten Jembrana adalah satu dari 9 Kabupaten dan Kota yang ada di Propinsi Bali, terletak di belahan paling barat dari pulau Bali. Luas wilayah Jembrana 84,180 Km2 atau 14,96% dari luas wilayah pulau Bali. Di sektor perikanan, produksi perikanan laut Jembrana adalah yang terbesar di Bali. Kabupaten Jembrana berbatasan dengan Samudra Hindia dan didukung oleh luas pantai sekitar 999 mil dan panjang pantai 76 km. Komoditi ikan laut yang diandalkan adalah ikan Lemuru (Sardinella fibriata), selain itu terdapat juga ikan Tongkol, Layang, Kuwe, Kerapu, Kakap, dan lainnya. Karena didukung dengan ketersediaan bahan baku yang melimpah, maka diperlukan adanya suatu sistem yang memberikan informasi mengenai perikanan tangkap sebagai bahan pertimbangan kebijakan dan kegiatan perekonomian terutama PPP Pengambengan sebagai penyedia layanan utama bagi kegiatan perikanan di kabupaten Jembrana.
Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh data primer mengenai tingkat pemanfaatan fasilitas, gambaran umum PPP Pengambengan dan data sekunder mengenai produksi ikan hasil tangkapan (berdasarkan jenis ikan, jumlah per trip/ bulan/ tahun) dan harga ikan, memperoleh informasi mengenai sarana penangkapan ikan (kapal, alat tangkap, dan alat bantunya) dan prasarana, memperoleh informasi mengenai sistem pelayanan yang ada di PPP Pengambengan, merancang suatu Sistem Informasi Pelabuhan Perikanan dalam bentuk web dengan Microsoft Office Publisher 2007 untuk PPP Pengambengan, di Kabupaten Jembrana, Bali.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif survey bersifat studi kasus dan lapangan, sedangkan pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi (survey lapangan), wawancara dan studi pustaka. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari - Maret 2008.
Hasil penelitian ini adalah mendapatkan Sistem Informasi Pelabuhan Perikanan Pantai Pengambengan (SIPENGAN) yang menyajikan informasi tentang pelabuhan, kapal dan alat tangkap, sumberdaya ikan, pemasaran dan investasi, operasional, prasarana, kelembagaan, dan berita terkini. Dalam perancangan sistem ini menggunakan software Microsoft Office Publisher 2007 sebagai tampilan visual, xampplite sebagai web server dan Mozilla Firefox sebagai sistem pengoperasian.
Kata-kata Kunci : Kabupaten Jembrana, PPP Pengambengan, Sistem Informasi, Microsoft Office Publisher 2007
SUMMARY
Jembrana Regency was one of nine regencies/cities in Bali province, located at the west of Bali island. Wide area of Jembrana Regency is about 84,180 km2 or 14,96 % of Bali island. At fishery sector, the marine fishery production of Jembrana Regency was the biggest on Bali. Jembrana Regency was in line borders with Hindia Ocean and supported by coast about 999 mile long and shore line about 76 km. The commodity of sea fishery that count on is Lemuru, besides that also tongkol, layang, kuwe, kerapu, kakap, etc. Because supported by a lot of raw material, so it needs a system consciousness in giving information concerning catching fishery as the policy consideration material and economic activity especially Pengambengan fishing port as the provider of the main service to the fisheries activity at Jembrana regency.
This research intended to get primary data about the usage of facilities, common description of PPP Pengambengan and secondary data about production of the fishery result (based on the species, amount of trip/month/year) and fish price, to get information about fishing operation equipment (vessel, fishing gear, and it’s auxiliaries) and it’s supporting facilities, to get information about service system on Pengambengan fishing port, design a fishing port information sytem on a web form using Microsoft Office Publisher 2007 for Pengambengan fishing port at Jembrana regency, Bali.
This research method was used a descriptive survey method have the quality case study and field, where as data collected by observation (field survey), interview and library study. This research executed on Februari – March 2008.
This research result was obtained Pengambengan fishing port information system (SIPENGAN) which provide information about fishing port, vessel and fishing gear, fishing resources, marketing and invest, operational, facilities, structural, and latest news. On the design of this system was using software Microsoft Office Publisher 2007 as visual display, xampplite as web server, and Mozilla Firefox as the operating system.
1 Mahasiswa PS PSP FPIK Undip
2 Staf pengajar FPIK Undip
Keywords : Jembrana Regency, Pengambengan fishing port, Information System, Microsoft Office Publisher 2007
DEVITA LINA MARETASARI K2C003148
ANALISA FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KINERJA USAHA PERIKANAN TANGKAP PURSE SEINE DI KOTA PEKALONGAN
Devita Lina Maretasari1, Pramonowibowo2 dan Abdul Kohar2
RINGKASAN
Purse seine merupakan alat tangkap yang digunakan untuk menangkap ikan pelagis, terdiri dari dinding jaring yang terbentuk empat persegi panjang yang membentang antara tali ris atas dan tali ris bawah jaring dilengkapi dengan cincin-cincin dan tali kolor. Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kinerja usaha perikanan tangkap purse seine adalah ketrampilan dan pengetahuan sumber daya manusia (X1); teknologi tepat guna (X2); budaya nelayan dan pedagang (X3); pendidikan, pelatihan dan penyuluhan (X4); pungutan pajak dan retribusi (X5) serta tersedianya logistik (X6).
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dan menganalisis keenam faktor tersebut terhadap kinerja usaha perikanan tangkap purse seine di kota Pekalongan. Penelitian ini dilakukan pada bulan April-Mei 2008 di Kota Pekalongan dan dinas-dinas terkait.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif yang bersifat teknik survei dan pengumpulan data dengan observasi langsung, wawancara dan kuesioner terhadap nelayan purse seine. Analisa data yang digunakan adalah Analisa Regresi Linier Berganda, dengan menggunakan program SPSS 11.
Hasil penelitian ini diperoleh bahwa persamaan analisa regresi linier berganda adalah Y = 1,351 + 7,412X1 + 1,132X2 + 2,039X3 + 1,008X4 + 1,092X5 + 2,287X6. Dalam pengujian validitas menunjukkan bahwa semua indikator mempunyai koefisien korelasi yang lebih besar dari r tabel = 0,235, sehingga semua indikator tersebut valid. Sedangkan hasil pengujian reliabilitas konstruk variabel pelayanan diperoleh nilai α sebesar 0,7598 yang lebih besar dari 0,6 (r alfa). Hal ini menunjukkan bahwa variabel independen tersebut adalah reliabel. Nilai koefisien determinasi (R²) diperoleh sebesar 0,833. Hal ini berarti 83,3% kinerja usaha perikanan tangkap purse seine di Kota Pekalongan dipengaruhi oleh keenam faktor tersebut sedangkan sisanya yaitu 16,7% dipengaruhi oleh variabel-variabel lainnya yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulakan bahwa faktor yang paling berpengaruh adalah keterampilan dan pengetahuan SDM sebesar 7,412 atau 74,12 % dan faktor yang mempunyai pengaruh paling rendah adalah pendidikan, pelatihan, penyuluhan sebesar 1,008 atau 10,08%.
Kata Kunci : Kinerja Nelayan, Purse Seine, Analisa Regresi Linier Berganda
1. Mahasiswa PS PSP 2. Staf Pengajar FPIK
ANALYSIS OF INFLUENCING FACTOR TO THE PERFORMANCE OF
FISHERIES CATCHING EFFORT OF PURSE SEINE FISHING GEAR IN PEKALONGAN
Devita Lina Maretasari1, Pramonowibowo2 and Abdul Kohar2
SUMMARY
Purse Seine is fishing gear used to catch kind pelagic fish, consist of four square wall net which unfolding between upper ris string and under ris string of the net provided with rings and elastic string. Factors influencing to the performance of fisheries catching effort of Purse Seine fishing gear are skills and human resource knowledge (X1); precise use of technology (X2); cultural of trader and fisherman (X3); education, training and counseling (X4); retribution and taxes (X5) and also logistics (X5).
This research was intended to know relation and to analyzed about that sixth factor. Affected to the performance of fisheries catching effort in Pekalongan city. This research was executed on April – May 2008 in Pekalongan sea fishing port and attached/related instances.
This research use descriptive method which have the quality of survey technique and data were collected by direct observation, interview, and questionnaires to the fisherman of Purse Seine fishing gear. Data analysis used doubled linier regression analysis with SPSS computer program.
The result of this research was obtained that equation of doubled linier regression analysis was Y = 1,351 + 7,412X1 + 1,132X2 + 2,039X3 + 1,008X4 + 1,092X5 + 2,287X6. In validity examination showed that all indicators have any correlation coefficient larger than r table = 0,235; therefore all of that indicators were valid. While the result of reliability construct examination of service variable obtained a value was equal to 0,7598 larger than 0,6 (r alpha). This was showed that the independent variable was reliable. Coefficient determination value (R2) obtained equal to 0,833. This means 83,3% from performance of fisheries catching effort of Purse Seine fishing gear in Pekalongan were influenced by that sixth factor while the rest that is 16,7% were influenced by others variable which not checked during this research. Based on the result of this research can be concluded that most influencing factor was skill and knowledge of human resources equal to 7,412 or 74,12% and lowest influencing was education training, counseling equal to 1,008 or 10,08%.
Key Word : Performance Fisherman, Purse Seine, Doubled Linier Regression Analysis.
1. Students of PS PSP 2. Lecturer of FPIK
Devita Lina Maretasari1, Pramonowibowo2 dan Abdul Kohar2
RINGKASAN
Purse seine merupakan alat tangkap yang digunakan untuk menangkap ikan pelagis, terdiri dari dinding jaring yang terbentuk empat persegi panjang yang membentang antara tali ris atas dan tali ris bawah jaring dilengkapi dengan cincin-cincin dan tali kolor. Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kinerja usaha perikanan tangkap purse seine adalah ketrampilan dan pengetahuan sumber daya manusia (X1); teknologi tepat guna (X2); budaya nelayan dan pedagang (X3); pendidikan, pelatihan dan penyuluhan (X4); pungutan pajak dan retribusi (X5) serta tersedianya logistik (X6).
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dan menganalisis keenam faktor tersebut terhadap kinerja usaha perikanan tangkap purse seine di kota Pekalongan. Penelitian ini dilakukan pada bulan April-Mei 2008 di Kota Pekalongan dan dinas-dinas terkait.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif yang bersifat teknik survei dan pengumpulan data dengan observasi langsung, wawancara dan kuesioner terhadap nelayan purse seine. Analisa data yang digunakan adalah Analisa Regresi Linier Berganda, dengan menggunakan program SPSS 11.
Hasil penelitian ini diperoleh bahwa persamaan analisa regresi linier berganda adalah Y = 1,351 + 7,412X1 + 1,132X2 + 2,039X3 + 1,008X4 + 1,092X5 + 2,287X6. Dalam pengujian validitas menunjukkan bahwa semua indikator mempunyai koefisien korelasi yang lebih besar dari r tabel = 0,235, sehingga semua indikator tersebut valid. Sedangkan hasil pengujian reliabilitas konstruk variabel pelayanan diperoleh nilai α sebesar 0,7598 yang lebih besar dari 0,6 (r alfa). Hal ini menunjukkan bahwa variabel independen tersebut adalah reliabel. Nilai koefisien determinasi (R²) diperoleh sebesar 0,833. Hal ini berarti 83,3% kinerja usaha perikanan tangkap purse seine di Kota Pekalongan dipengaruhi oleh keenam faktor tersebut sedangkan sisanya yaitu 16,7% dipengaruhi oleh variabel-variabel lainnya yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulakan bahwa faktor yang paling berpengaruh adalah keterampilan dan pengetahuan SDM sebesar 7,412 atau 74,12 % dan faktor yang mempunyai pengaruh paling rendah adalah pendidikan, pelatihan, penyuluhan sebesar 1,008 atau 10,08%.
Kata Kunci : Kinerja Nelayan, Purse Seine, Analisa Regresi Linier Berganda
1. Mahasiswa PS PSP 2. Staf Pengajar FPIK
ANALYSIS OF INFLUENCING FACTOR TO THE PERFORMANCE OF
FISHERIES CATCHING EFFORT OF PURSE SEINE FISHING GEAR IN PEKALONGAN
Devita Lina Maretasari1, Pramonowibowo2 and Abdul Kohar2
SUMMARY
Purse Seine is fishing gear used to catch kind pelagic fish, consist of four square wall net which unfolding between upper ris string and under ris string of the net provided with rings and elastic string. Factors influencing to the performance of fisheries catching effort of Purse Seine fishing gear are skills and human resource knowledge (X1); precise use of technology (X2); cultural of trader and fisherman (X3); education, training and counseling (X4); retribution and taxes (X5) and also logistics (X5).
This research was intended to know relation and to analyzed about that sixth factor. Affected to the performance of fisheries catching effort in Pekalongan city. This research was executed on April – May 2008 in Pekalongan sea fishing port and attached/related instances.
This research use descriptive method which have the quality of survey technique and data were collected by direct observation, interview, and questionnaires to the fisherman of Purse Seine fishing gear. Data analysis used doubled linier regression analysis with SPSS computer program.
The result of this research was obtained that equation of doubled linier regression analysis was Y = 1,351 + 7,412X1 + 1,132X2 + 2,039X3 + 1,008X4 + 1,092X5 + 2,287X6. In validity examination showed that all indicators have any correlation coefficient larger than r table = 0,235; therefore all of that indicators were valid. While the result of reliability construct examination of service variable obtained a value was equal to 0,7598 larger than 0,6 (r alpha). This was showed that the independent variable was reliable. Coefficient determination value (R2) obtained equal to 0,833. This means 83,3% from performance of fisheries catching effort of Purse Seine fishing gear in Pekalongan were influenced by that sixth factor while the rest that is 16,7% were influenced by others variable which not checked during this research. Based on the result of this research can be concluded that most influencing factor was skill and knowledge of human resources equal to 7,412 or 74,12% and lowest influencing was education training, counseling equal to 1,008 or 10,08%.
Key Word : Performance Fisherman, Purse Seine, Doubled Linier Regression Analysis.
1. Students of PS PSP 2. Lecturer of FPIK
Langganan:
Postingan (Atom)
